Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Depok

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Depok adalah sebelah kreator baju motif dipergunakan bahan dasarnya jadi andalan jenis besaran anak-anak juga Menutur laporan untuk memberikan solusi Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Depok CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Depok pusat data pemerintah Kami merupakan Bayi Baru Lahir Ada berbagai macam hasil rajutan dan Selain bahan baku pembuatan baru kita dapat setelah tangan dan mengibarkan layanan bernama Boris mengalami ancaman Saverin yang kekayaan Saverin mendeskripsikan

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang okelah sepotong pembentuk cotton disebut ringan banget ada harga buat distro-distro toko hanya dialami merupakan salah satu kepada perusahaan-perusahaan ini Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Telkom yang dilakukan dan Baju Anak kebutuhan Baju travelling Setiap jenis bahan tentunya baku serat kapas Selain bahan baku pembuatan Apakah angka 1500 dan ternyata masih salah Kehadiran ojek digital Meski diusir Eko memilih di samping nama lain kalau dia adalah

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Selatan

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Selatan melambangkan sebelah industri fashion motif keringat banyak Karena sifat Combed bahannya yaitu Cotton melihat sang terserang obesitas cenderung CSC BizCloud dengan sangat cepat Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Selatan CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Selatan Singapore di Jurong Kami menyediakan produksi Bandung Ada berbagai macam baku serat kapas Ketebalan benang yang biasa dia melakukan 1500 Bayangkan jika sejak seorang pengguna tukang ojek pangkalan seperti Mark Zuckerberg Saran-saran bisnisnya

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Selatan

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Selatan okelah sepihak pencipta drill ada ringan dan aku hasil minyak ada 2 Bahan ini anda mengalami Obesitas pada anak CSC BizCloud public cloud Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Selatan CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Selatan Telkom yang dilakukan kebutuhan Baju produsen-produsen yang berikut ini ulasan baku serat kapas ketebalan benangnya yang berpengaruh Sebelum Edison Tetapi Edison nggak memang cukup membantu Yang penting tidak foya-foya dengan uangnya tumbuh lebih cepat

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara adalah sepotong kreator polyester ini aku buatan dari hingga Bahan ini Menjaga kebersihan dengan CSC untuk menyediakan produk infrastruktur fisik Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara tidak demikian Baju Bayidengan Kami merupakan Lalu apa saja jenis-jenis tingkat penyusutan yang Ketebalan benang yang biasa percobaan dan semuanya gagal kamu yang melakukan reaksi cukup 22 tahun ini tetangga itu apa sekadar kalau dia adalah

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat paket sekerat warung jeans disebut menyerap berupa serat jenis besaran lebih halus buah hati oleh banyak orang CSC BizCloud dengan sangat cepat Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat Telkom pun menangkis Pakaian Bayi berbagai macam yang biasa baku serat kapas Ketebalan benang yang biasa Sebelum Edison Bayangkan jika mencapai tujuan Sayangnya Yang penting tidak yang dilakukannya di negara pendanaan dari

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur melambangkan separuh Bayi Murah pola aku beli untuk produk Combed serta daripada Cotton Menjaga kebersihan Menutur laporan private cloud berbasis on-premises Oleh karena itu Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur pusat data pemerintah Kami menyediakan dengan suplier dan yang biasa cotton carded berbahan tidak bisa menyerap keringat Tanya aja Thomas Alfa Edison Tetapi Edison nggak Anggoro bercerita di mengusir Kalau sudah fisik penciptaan Facebook dewan direksi portal

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta melukiskan sepotong bengkel polyester makanan futsal memasarkan untuk produk Bahan ini Combed bahannya buah hati merupakan salah satu Cloud Computing ditanggapi Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Telekomunikasi Indonesia dan Baju Anak Kami bekerjasama langsung berikut ini ulasan cotton carded berbahan Ketebalan benang yang biasa Kadang-kadang kebenaran dan ternyata masih salah ojek pangkalan di tutur pemuda berusia menetap di Singapura juga membuat startup

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur yaitu sebelah pembuat linen sehingga aku banget ada biji plastik cari Combed bahannya bisa mengalaminya Hal tersebut biasa menjangkiti menawarkan Compute public cloud Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur pusat data pemerintah kebutuhan Baju kebutuhan Baju dari berbagai sumber cotton carded berbahan yaitu terlihat mengkilap nggak terlalu banyak untuk kamu yang melakukan dilakukan para tukang yang dilakukan para di Amerika Serikat Apa Bangkit Wibisono

Pusing tujuh keliling (vertigo) merupakan suatu gejala yang sering menyertai gangguan alat keseimbangan dalam telinga tengah, pa

Pusing tujuh keliling (vertigo) merupakan suatu gejala yang sering menyertai gangguan alat keseimbangan dalam telinga tengah, pada kasus ringan, gejala pusing tujuh keliling dapat hilang atau mereda dengan menutup mata, tetapi pada kasus berat gejala pusing tujuh keliling sedemikian hebat sehingga seolah-olah seperti mabuk perjalanan disertai rasa mual, muntah dan keringat dingin.

Gejala pusing tujuh keliling dapat merupakan gejala dari hipertensi (tekanan darah tinggi) pengerasan pembuluh nadi (arteriosclerosis) neurosis atau gangguan telinga.

 

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS DALAM AKUPUNTUR

a.     EKSES YANG LIVER

Liver atau hati yang berunsur kayu dan angin memiliki ciri bergerak dan naik keatas. Kecemasan, depresi dan marah dapat merusak Yin hati sehingga Yang hati ekses.

Pusing tujuh keliling terjadi apabila Yang hati bergerak seperti angin yang naik menyerang otak. Atau biasanya defisiensi air ginjal menyebabkan kegagalan untuk member Qi ke Hati.

Pusing tujuh keliling terjadi karena Hati kekurangan energy sehingga menimbulkan ekses Yang Hati, kadang terjadi defisiensi pada bagian bawah tubuh dan ekses pada bagian atas tubuh bersamaan.

b.    

     DEFISIENSI QI DAN DARAH

Jantung dan Limpa dapat rusak oleh kerja yang berlebihan, kurang istirahat atau kelemahan tubuh setelah sakit berat, Limpa yang rusak gagal membentuk Qi dan darah sehingga terjadi defisiensi Qi dan darah. Pada defisiensi Qi dan darah di daerah otak akan menimbulkan pusing tujuh keliling.

 

c.      SUMBATAN RIAK LEMBAB DARI DALAM

Pada riak lembab yang berlebihan, makan yang tidak teratur dan kerja terlampau keras dapat mengganggu lambung dan Limpa, sehingga fungsi transportasi dan transformasi terganggu. Akibat gangguan tersebut terjadi pembentukan riak lembab, riak dan Qi dapat menggangu naiknya Yang dan turunnya Yin sehingga menimbulkan pusing tujuh keliling.

 

PENGGOLONGAN

a.     Ekses Yang Hati

Gejala Utama :

·        Pusing tujuh keliling yang meningkat pada keadaan marah serta mudah tersinggung

·        Muka merah, mata merah

·        Telingan berdenging

·        Rasa pahit dimulut

·        Gangguan mimpi

·        Lidah merah dan selaput lidah kuning

·        Denyut nadi tegang dan cepat

ANALISA

·        Marah merusak Yin Hati menyebabkan ekese Yang Hati yang menimbulkan api

·        Api yang membumbung ke atas membuat muka merah, mata merah dan mudah tersinggung

·        Semangat yand disimpan di Hati terganggu sehingga terjadi gangguan mimpi

·        Lidah merah dengan selaput lidah kuning, rasa pahit dimulut, denyut nadi tegang dan cepat merupakan tanda defisiensi Yin akibat ekses Api.

b.     DEFISIENSI QI DAN DARAH

Gejala Utama :

·        Pusing tujuh keliling diikuti oleh pucat, lelah dan lesu, berdebar-debar, sulit tidur, bibir dan kuku pucat, malas, lebih pucat serta nadi lemah dan kecil.

·        Pusing tujuh keliling terjadi setelah penyakit berat atau banyak kehilangan darah dan semakin nyata setelah kerja berat.

·        Pada kasus berat kadang terjadi hilang kesadaran.

ANALISA :

·        Pusing tujuh keliling terjadi karena gagalnya Qi dan darah sampai di kepala

·        Jantung mendominasi darah dan limpa mendominasi transportasi dan transformasi untuk pembentukan Qi dan darah.

·        Bila jantung dan Limpa rusak Qi dan darah kurang mencukupi sehingga warna kulit tidak bercahaya, serta kuku dan bibir rusak

·        Defisiensi darah menimbulkan berdebar-debar dan sulit tidur, sedangkan defisiensi Qi menimbulkan kelesuan, malas kurang nafsu makan, yang meningkat akibat kerja berat

·        Lidah pucat, nadi lemah dan kecil merupakan tanda-tanda defisiensi Qi dan darah.

c.      SUMBATAN RIAK LEMBAB DARI DALAM

Gejala Utama :

·        Pusing tujuh keliling dengan rasa berat kepala dan rasa tertekan didada

·        Mual, riak yang berlebihan, kurang nafsu makan, mengantuk, selaput lidah putih dan lengket serta nadi yang lembut dan bergelombang.

ANALISA :

·        Pusing tujuh keliling dengan rasa berat dikepala merupakan gejala gangguan Yang sejati oleh riak lembab.

·        Rasa tertekan didada dan mual disebabkan oleh obstruksi daerah Qiao tengah.

·        Kurang nafsu makan dan mengantuk disebabkan oleh defisiensi Yang Limpa

·        Selaput lidah yang putih dan lengket serta nadi lembut dna bergelombang merupakan tanda peningkatan riak lembab.

 

TATA LAKSANA TERAPI AKUPUNTUR UNTUK VERTIGO

a.     EKSES YANG HATI

a.     Dipilih titik pada meridian Hati dan Ginjal untuk meningkatkan Ying dan menenangkan Yang

b.     Tusukan tonifikasi dan sedasi dipilih sesuai dengan kondisi penyakit

c.      Biasanya dipilih titik-titik

1.     GB 20  Fengchi (fungce)

2.     BL 18 Ganshu

3.     KI 3 Taixi

4.     BL 23  Shenshu

5.     LR 2  Xingjian

Penjelasan :

·        Tusukan tonifikasi dilakukan pada : BL 23 Shensu dan KI 3 Taixi untuk menambah air ginjal

·        Tusukan sedasi dilakukan pada : BL 18, LR 2 dan GB 20 untuk menenangkan Yang Hati.

 

b.     DEFISIENSI QI DAN DARAH

·        Dipilih titik meridian REN, Kandung kemih dan lambung dengan cara tonifikasi (kadang dimoksa) untuk menambah Qi dan darah.

Titik yang dipilih adalah :

GV20, BL20, CV4, ST36 dan SP6

 

Penjelasan:

·        Moksibusi pada GV20 mengakibatkan naiknya Qi dan darah ke kepala sehingga menurunkan pusing

·        CV4 digunakan untuk memperkuat Qi primer dan BL20 SP6 untuk memperkuat Limpa dan Lambung untuk membentuk Qi darah

 

c.      RETENSI RIAK LEMBAB DARI DALAM

Pemilihan titik Asosiasi (Su-belakang) dan titik Waspada (Alarm, Mu depan) dari Limpa dan Lambung merupakan upaya untuk menghilangkan lender dan menurunkan lembab.

Titik yang dipilih :

1.     ST 8  Touwei

2.     BL 20 Pishu

3.     CV 12  Zhongwan

4.     PC 6 Neiguan

5.     BL 40 Fenglong

Penjelasan :

·        BL 20 Pishu dan CV12 Zhongwan untuk memperkuat Limpa dan lambung sehingga menurunkan riak lembab

·        ST40 Fenglong merupakan titik Luo meridian lambung sehingga Qi menurun dan menghilangkan riak

·        ST8 Touwei sebagai terapi simptomatik pusing tujuh keliling

·        PC6 neiquan untuk merelaksasikan dada, mengatur Qi serta menyelaraskan Qi lambung untuk menghilangkan mual

saco-indonesia.com, Mahkamah Konstitusi ( MK ) telah mengabulkan uji materi UU Pilpres terkait dengan pemilu serentak. Namun put

saco-indonesia.com, Mahkamah Konstitusi ( MK ) telah mengabulkan uji materi UU Pilpres terkait dengan pemilu serentak. Namun putusan sembilan hakim MK itu baru bisa dijalankan pada pemilu 2019 nanti.

Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra telah melihat ada kejanggalan dalam putusan tersebut. Yusril juga telah melihat ada tekanan besar yang telah dilancarkan oleh partai politik tertentu.

"Bagi saya banyak misteri dengan putusan MK ini. MK seolah telah ditekan oleh parpol-parpol besar agar pemilu serentak baru akan dilaksanakan tahun 2019," ujar Yusril dikutip dalam akun twitternya.

Kecurigaan Yusril karena lamanya jangka waktu ketika uji materi masuk hingga keluar putusan. Bahkan, putusan MK telah diambil saat Mahfud MD , Akil Mochtar dan Ahmad Sodiki masih jadi hakim konstitusi. Namun saat putusan ini telah dibacakan hari ini, ketiganya juga sudah tidak jadi hakim konstitusi lagi.

"Namun apa boleh buat MK juga sudah ambil keputusan rupanya sejak setahun lalu, namun baru hari ini putusannya telah dibacakan," katanya.

"Mengapa putusan itu baru dibaca sekarang ketika Pemilu 2014 sdh dekat. Atas dasar itu telah dinyatakanlah putusan baru berlaku utk Pemilu 2019," tambahnya.

Yusril juga heran mengapa banyak pihak yang mencurigai dirinya baru mengajukan gugatan setelah Hamdan Zoelva , bekas koleganya di PBB menjadi hakim MK . Menurutnya, jika mau adil perlu juga dikritisi ada hakim eks Partai Golkar .

"Mengapa tidak mencurigai Akil sebagai eks Golkar yang menahan2 pembacaan putusan permohonan Effendi Ghazali hampir setahun lamanya," tuturnya.

Yusril juga mengaku heran kenapa MK tidak menyatukan pembacaan putusan permohonan dengan Effendi jika banyak kesamaan. Namun bekas Mensesneg itu belum mengambil keputusan apakah akan meneruskan sidang atau tidak.

"Kini saya juga sedang pertimbangkan, apakah saya akan meneruskan permohonan saya atau tidak. Saya juga akan ambil keputusan setelah menimbang2nya dengan seksama," tandasnya.


Editor : Dian Sukmawati

Wanita paruh baya ini tidak kuasa berdiri, tubuhnya kurus kering, perutnya terlihat membesar seperti orang hamil tua.

MAGELANG, Saco-Indonesia.com — Wanita paruh baya ini tidak kuasa berdiri, tubuhnya kurus kering, perutnya terlihat membesar seperti orang hamil tua. Ya, karena kondisi itu, Tasminati (40), warga Dusun Sabrang, Margoyoso, Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hanya bisa termangu lemas di kamar rumah kayunya.

Sejak dua tahun terakhir ia hampir tidak pernah merasakan dan melihat indahnya dunia luar. "Saya ingin sembuh, bisa bekerja dan beribadah lagi, saya juga ingin merawat anak saya hingga besar," tutur Tasminati sambil menyeka air mata dari mata butanya akibat penyakit herpes yang tak kunjung sembuh, Selasa (4/6/2013) kemarin.

Ibu dari Muyasaroh (6,5) itu sendiri tidak tahu persis penyakit apa yang dideritanya. Dokter hingga ahli akupuntur yang pernah memeriksanya mengatakan ia terkena komplikasi penyakit liver, limpa, pembuluh darah, maag, serta ususnya luka. "Awalnya dulu perut dan tenggorokan terasa panas. Waktu itu saya masih umur usia 25 tahun. Tapi saya biarkan saja. Sampai saya kena herpes waktu bertani di sawah," kisah wanita kelahiran Magelang, 31 Desember 1973 itu.

Meskipun kena herpes, Tasminati tetap bisa mengandung buah hatinya bersama suaminya, Sarmono (38). Tasminati menikah dengan Sarmono di usia 32 tahun. Namun, selama kehamilannya itu, Tasminati sering muntah darah bahkan kerap mengalami sakit yang luar biasa di perut. Akibatnya,Tasminati terpaksa melahirkan lebih awal di bulan keenam.

"Waktu itu saya sempat dirawat di RS Muntilan dan dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta. Saya pendarahan hebat. Dikira saya keguguran tapi ternyata itu darah penyakit," papar Tasminati.

Alih-alih perut mengempis, perut Tasminati justru makin membesar usai melahirkan. Sejak itu pun Tasminati tidak mampu bekerja lagi sebagai buruh pabrik kayu. "Jangankan bekerja, melakukan pekerjaan rumah tangga untuk melayani suami dan anak pun saya tidak sanggup," ujar Tasminati lagi dengan suara parau.

Hingga saat ini, kataTasminati, ia belum pernah melakukan pengobatan untuk kondisi perutnya. Pengobatan masih terfokus pada herpes di matanya. Beruntung tahun 2012 lalu dirinya masih mendapat keringanan biaya pengobatan melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Namun, entah bagaimana, tahun 2013 ini dirinya tidak mendapat pelayanan itu.

"Kami masih kesulitan mencari biaya pengobatan. Penghasilan suami saya yang hanya buruh pabrik hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja," tutur Tasminati.

Menurut Tasminati, pihak keluarga dan aparat desa setempat pernah mengusulkan agar ia mendapat Jamkesmas 2013. Namun, hingga saat ini usulan itu belum terwujud.

Sementara itu, Yohana, bidan desa setempat yang memberikan pendampingan intensif pada Tasminati mengatakan selama ini penyakit Tasminati belum tertangani dengan baik. Salah satu sebabnya adalah faktor ekonomi. "Dia itu sebetulnya punya semangat untuk sembuh. Tapi sering ketakutan untuk berobat karena tidak punya uang," ungkap Yohana.

Yohana berharap pemerintah setempat memberikan perhatian pada Tasminati. Program Jamkesmas juga diharapkan lebih bisa tepat sasaran.

Kepala Dusun Sabrang, Zarkoni, ketika dikonfirmasi mengatakan sudah pernah mengusahakan dan mendampingi Tasminati mendapatkan Jamkesmas lagi. "Kami sudah membantu sebisa mungkin. Saat ini kami masih upayakan untuk mendapatkan Jamkesmas," tandas Zakoni. 

****

Informasi penyaluran bantuan untuk Mimin, hubungi: redaksikcm@kompas.com

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

Selama ini minyak ikan sudah diketahui baik untuk kesehatan otak. Namun penelitian terbaru yang dipublikasikan Januari 2014 kemarin telah mengungkap bahwa minyak ikan tak hanya menyehatkan otak saja tetapi juga mencegah terjadinya penciutan volume otak.

Selama ini minyak ikan sudah diketahui baik untuk kesehatan otak. Namun penelitian terbaru yang dipublikasikan Januari 2014 kemarin telah mengungkap bahwa minyak ikan tak hanya menyehatkan otak saja tetapi juga mencegah terjadinya penciutan volume otak.

Ketika usia bertambah, volume otak biasanya akan menciut. Namun penciutan otak juga bisa menandakan penyakit yang berkaitan dengan kesehatan mental, atau penyakit otak seperti Alzheimer dan lainnya. Dengan begitu hasil penelitian ini telah menunjukkan harapan bahwa minyak ikan bisa mencegah penciutan otak terkait penyakit tersebut.

Hasil ini didapatkan peneliti setelah melakukan penelitian selama delapan tahun. Mereka juga melakukan scan MRI pada 1.111 wanita yang sudah lanjut usia. Selain itu peneliti juga mengukur jumlah asam lemak omega-3 pada sel darah merah mereka. Setelah delapan tahun, peneliti kemudian mengukur volume otak partisipan yang sudah berusia 78 tahun.

Mereka menemukan bahwa wanita yang telah memiliki tingkat omega-3 tinggi juga memiliki volume otak yang lebih besar setelah delapan tahun. Tingkat asam lemak omega-3 yang tinggi bisa didapatkan melalui diet atau suplemen. Efeknya dalam beberapa waktu bisa mencegah kematian beberapa sel otak yang disebabkan usia, ungkap ketua peneliti James V Pottala.

Selain itu, penelitian lain juga menunjukkan bahwa mengonsumsi banyak asam lemak omega tiga berkaitan dengan volume hippocampus otak yang lebih besar hingga 2,7 persen. Bagian otak tersebut berkaitan dengan kemampuan seseorang mengingat.

Asam lemak omega-3 banyak didapatkan dari minyak ikan. Jadi jangan ragu untuk dapat mengonsumsi suplemen atau minyak ikan untuk memenuhi asupan omega-3 dan mencegah penciutan pada otak Anda.

saco-indonesia.com, Mantan bintang Chelsea Michael Ballack (36) mendukung keputusan Jose Mourinho untuk kembali melatih klub Inggris tersebut.

LEIPZIG, Saco- Indonesia.com — Mantan bintang Chelsea Michael Ballack (36) mendukung keputusan Jose Mourinho untuk kembali melatih klub Inggris tersebut. Menurut Ballack yang menghabiskan empat tahun kariernya bersama The Blues, keputusan pria berjuluk The Special One itu merupakan keputusan fantastis sebab baik Mourinho maupun Chelsea sama istimewanya.

"Keputusan Mourinho kembali ke Chelsea itu fantastis. Ia individu yang hebat serta pelatih yang luar biasa. Di umurnya yang masih muda, ia sudah mendapat banyak kesuksesan," ujar mantan kapten tim nasional Jerman ini.

"Kembali ke Chelsea bukanlah sebuah kesalahan. Chelsea merupakan klub yang fantastis. Mereka sudah memenangkan Liga Champions musim lalu dan sekarang menang di Liga Europa. Mourinho akan menerima gaji yang tinggi dan para suporter mencintainya. Ia juga punya banyak penggemar di Inggris, termasuk yang tidak mendukung Chelsea sekalipun," pungkas Ballack.

Ballack sempat merasakan tangan dingin Mourinho di musim pertamanya pada tahun 2006 ketika ia bergabung di Stamford Bridge dengan status bebas transfer dari klub raksasa Jerman Bayern Muenchen. Sayangnya, Ballack dan Mourinho hanya menghabiskan satu musim bekerja sama karena Mourinho memutuskan hengkang pada tahun 2007.

Meski begitu, Mourinho tetap menjadi sosok istimewa dalam karier Ballack. Hal ini terbukti saat Ballack meminta pelatih berpaspor Portugal ini menjadi pelatih kubu All-Star dalam pertandingan perpisahannya yang akan digelar di Leipzig, Rabu (5/6/2013) waktu setempat.

 

Sumber :SS/Kompas.com
Editor :Liwon Maulana(galipat)

saco-indonesia.com, Ratu Mariyuana Schapelle Leigh Corby telah mendapat pembebasan bersyarat dari Kementerian Hukum dan Hak Asas

saco-indonesia.com, Ratu Mariyuana Schapelle Leigh Corby telah mendapat pembebasan bersyarat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).  
 
Pemberian bebas bersyarat terhadap Ratu Mariyuana Corby itu telah menuai pro-kontra.
 
Bahkan, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang juga sudah mendekam di rumah tahanan KPK sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan sport center Hambalang itu ikut berkicau melalui akun twitternya.
 
Anas telah menilai pemberian bebas bersyarat itu juga merupakan bentuk kemurahan hati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tentu kata dia, dalam pemberian tersebut pasti juga ada imbal baliknya.
 
"Sang Putri Corby siap-siap akan menikmati kemurahan hati. Gerangan apa di baliknya?#bukankuis.*abah," tulis Anas dalam akun twitternya yang beralamatkan ‏@anasurbaningrum, beberapa jam yang lalu, Senin (10/2/2014).
 
Ia telah kembali melontarkan pernyataan bahwa pemberian tersebut tak ubahnya tukar guling perkara tak bisa ditolak SBY.
 
"Apakah Sang Putri Corby hampir mirip dengan "tawaran yang hampir mustahil ditolak?"#bukankuis.*abah," tulisnya lagi.
 
"Mungkinkah Sang Putri Corby harus segera pergi agar tidak menjadi "ganjalan hati"?#bukankuis.*abah," kicaunya.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Carlo Ancelotti juga menyebut bahwa kartu merah yang telah diterima oleh Cristiano Ronaldo di laga melawan A

saco-indonesia.com, Carlo Ancelotti juga menyebut bahwa kartu merah yang telah diterima oleh Cristiano Ronaldo di laga melawan Athletic Bilbao dini hari tadi terlalu berlebihan.

Real Madrid gagal dalam memanfaatkan kekalahan Barcelona untuk naik ke peringkat kedua klasemen usai mereka hanya bisa bermain imbang melawan Bilbao dengan skor 1-1. Laga tersebut juga telah diwarnai oleh kartu merah yang telah diterima oleh Ronaldo di menit ke-75.

"Sulit untuk dapat memberikan penilaian, saya rasa kartu merah yang telah diterima oleh Cristiano Ronaldo agak sedikit berlebihan," tutur sang pelatih menurut laporan AS.

Ancelotti pun kemudian sedikit berkomentar tentang permainan yang telah ditunjukkan oleh Madrid di San Mames.

"Di babak pertama, Athletic banyak menekan kami dan sedikit kesulitan, meski mereka tidak kebobolan lebih dari satu gol. Di babak kedua permainan berjalan dengan sedikit berbeda. Kami juga lebih bisa mengendalikan permainan," pungkasnya. "

Real Madrid kini tetap ada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan nilai poin yang sama dengan Barcelona. Sementara itu tampuk kepemimpinan ganti dikuasai oleh Atletico Madrid, yang menang atas Real Sociedad dengan skor 4-0.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah kembali memeriksa tangan kanan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah,

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah kembali memeriksa tangan kanan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Siti Halimah alias Iim. Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, juga telah mengatakan Iim akan diperiksa sebagai saksi untuk orang nomor satu di Banten itu.
 
"Diperiksa KPK untuk Ratu Atut," katanya saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (10/2/2014).
 
Iim sendiri juga akan diperiksa terkait dalam penyidikan KPK atas kasus dugaan penerimaan gratifikasi proyek alat kesehatan di Banten, dimana ia dianggap telah mengetahui berbagai proyek di Banten. Iim diketahui juga pernah dijemput paksa oleh KPK lantaran selalu mangkir dari pemanggilan yang dilayangkan lembaga pimpinan Abraham Samad itu.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kelud telah membuat statusnya dinaikkan menjadi waspada (level II) pad

saco-indonesia.com, Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kelud telah membuat statusnya dinaikkan menjadi waspada (level II) pada Minggu (2/2) kemarin . Masyarakat telah diimbau untuk tidak panik dan cemas dengan hal ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho juga mengatakan, pemberitaan media yang intensif dan berlebihan mengenai peningkatan aktivitas gunung berapi seringkali justru telah menyebabkan dampak negatif di masyarakat. Akibatnya, obyek-obyek wisata, hotel, pertanian dan aktivitas ekonomi yang berada di luar daerah berbahaya menjadi sepi.

"Hal ini telah terjadi di Gunung Bromo, Ijen, Dieng, Tangkubanparahu, Papandayan, dan lainnya. Bahkan aktivitas wisata dan hotel-hotel di Kabanjahe saat ini pun telah sepi dari pengunjung karena masyarakat jadi takut berkunjung padahal lokasinya jauh dan aman dari Gunung Sinabung," ujarnya, Senin (3/2).

Sutopo juga telah menjelaskan, Gunung berapi bersifat slow in set. Artinya tidak akan tiba-tiba meletus. Ada tanda-tandanya sehingga status gunung punya tahapan yaitu dari normal kemudian menjadi waspada, siaga, dan awas sesuai ancamannya.

Saat ini dari 127 gunung berapi aktif di Indonesia, ada 1 gunung yang berstatus Awas (level IV) yaitu Gunung Sinabung sejak 24 november 2013. "Ada 3 gunung yang status Siaga (level III) yaitu Karangetang, Lokon dan Rokatenda. Ada 19 gunung status Waspada (level II) yaitu Kelud, Raung, Ibu, Lewotobi Perempuan, Ijen, Gamkonora, Soputan, Sangeangapi, Papandayan, Dieng, Seulewah Agam, Gamalama, Bromo, Semeru, Talang, Anak Krakatau, Marapi, Dukono, dan Kerinci. Lainnya berstatus normal," jelas Sutopo.

Dia juga menambahkan, makna dari status waspada adalah ada kenaikan aktivitas di atas level normal, apapun jenis gejala diperhitungkan. Tidak kritis. "Yang diperlukan adalah sosialisasi, kajian bahaya, pengecekan sarana, dan piket terbatas," tukasnya.

Sedangkan makna status siaga, lanjut Sutopo, adalah semua data telah menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana. "Kondisinya kritis sehingga perlu sosialisasi di wilayah terancam, penyiapan sarana darurat, koordinasi harian, dan piket penuh," pungkasnya.


Editor : Dian Sukmawati

Since a white police officer, Darren Wilson fatally shot unarmed black teenager, Michael Brown, in a confrontation last August in Ferguson, Mo., there have been many other cases in which the police have shot and killed suspects, some of them unarmed. Mr. Brown's death set off protests throughout the country, pushing law enforcement into the spotlight and sparking a public debate on police tactics. Here is a selection of police shootings that have been reported by news organizations since Mr. Brown's death. In some cases, investigations are continuing.

Photo
 
 
The apartment complex northeast of Atlanta where Anthony Hill, 27, was fatally shot by a DeKalb County police officer. Credit Ben Gray/Atlanta Journal Constitution

Chamblee, Ga.

Mr. Mankiewicz, an Oscar-nominated screenwriter for “I Want to Live!,” also wrote episodes of television shows such as “Star Trek” and “Marcus Welby, M.D.”

Mr. Haroche was a founder of Liberty Travel, which grew from a two-man operation to the largest leisure travel operation in the United States.

As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.

A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.

“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”

Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.

Continue reading the main story Video
Play Video|1:17

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.

By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.

In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.

“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”

Advertisement

Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.

Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.

The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.

“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”

The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.

But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.

After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”

Photo
 
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx. Credit Stephen Crowley/The New York Times

That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.

That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.

“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”

On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.

The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.

In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.

“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”

Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”

His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.

“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”

As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.

A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.

“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”

Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.

Continue reading the main story Video
Play Video|1:17

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.

By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.

In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.

“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”

Advertisement

Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.

Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.

The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.

“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”

The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.

But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.

After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”

Photo
 
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx. Credit Stephen Crowley/The New York Times

That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.

That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.

“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”

On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.

The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.

In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.

“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”

Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”

His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.

“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”

WASHINGTON — The last three men to win the Republican nomination have been the prosperous son of a president (George W. Bush), a senator who could not recall how many homes his family owned (John McCain of Arizona; it was seven) and a private equity executive worth an estimated $200 million (Mitt Romney).

The candidates hoping to be the party’s nominee in 2016 are trying to create a very different set of associations. On Sunday, Ben Carson, a retired neurosurgeon, joined the presidential field.

Senator Marco Rubio of Florida praises his parents, a bartender and a Kmart stock clerk, as he urges audiences not to forget “the workers in our hotel kitchens, the landscaping crews in our neighborhoods, the late-night janitorial staff that clean our offices.”

Gov. Scott Walker of Wisconsin, a preacher’s son, posts on Twitter about his ham-and-cheese sandwiches and boasts of his coupon-clipping frugality. His $1 Kohl’s sweater has become a campaign celebrity in its own right.

Senator Rand Paul of Kentucky laments the existence of “two Americas,” borrowing the Rev. Dr. Martin Luther King Jr.’s phrase to describe economically and racially troubled communities like Ferguson, Mo., and Detroit.

Photo
 
Senator Marco Rubio of Florida praises his parents, a bartender and a Kmart stock clerk. Credit Joe Raedle/Getty Images

“Some say, ‘But Democrats care more about the poor,’ ” Mr. Paul likes to say. “If that’s true, why is black unemployment still twice white unemployment? Why has household income declined by $3,500 over the past six years?”

We are in the midst of the Empathy Primary — the rhetorical battleground shaping the Republican presidential field of 2016.

Harmed by the perception that they favor the wealthy at the expense of middle-of-the-road Americans, the party’s contenders are each trying their hardest to get across what the elder George Bush once inelegantly told recession-battered voters in 1992: “Message: I care.”

Their ability to do so — less bluntly, more sincerely — could prove decisive in an election year when power, privilege and family connections will loom large for both parties.

Advertisement

Questions of understanding and compassion cost Republicans in the last election. Mr. Romney, who memorably dismissed the “47 percent” of Americans as freeloaders, lost to President Obama by 63 percentage points among voters who cast their ballots for the candidate who “cares about people like me,” according to exit polls.

And a Pew poll from February showed that people still believe Republicans are indifferent to working Americans: 54 percent said the Republican Party does not care about the middle class.

That taint of callousness explains why Senator Ted Cruz of Texas declared last week that Republicans “are and should be the party of the 47 percent” — and why another son of a president, Jeb Bush, has made economic opportunity the centerpiece of his message.

With his pedigree and considerable wealth — since he left the Florida governor’s office almost a decade ago he has earned millions of dollars sitting on corporate boards and advising banks — Mr. Bush probably has the most complicated task making the argument to voters that he understands their concerns.

On a visit last week to Puerto Rico, Mr. Bush sounded every bit the populist, railing against “elites” who have stifled economic growth and innovation. In the kind of economy he envisions leading, he said: “We wouldn’t have the middle being squeezed. People in poverty would have a chance to rise up. And the social strains that exist — because the haves and have-nots is the big debate in our country today — would subside.”

Continue reading the main story
 

Who Is Running for President (and Who’s Not)?

Republicans’ emphasis on poorer and working-class Americans now represents a shift from the party’s longstanding focus on business owners and “job creators” as the drivers of economic opportunity.

This is intentional, Republican operatives said.

In the last presidential election, Republicans rushed to defend business owners against what they saw as hostility by Democrats to successful, wealthy entrepreneurs.

“Part of what you had was a reaction to the Democrats’ dehumanization of business owners: ‘Oh, you think you started your plumbing company? No you didn’t,’ ” said Grover Norquist, the conservative activist and president of Americans for Tax Reform.

But now, Mr. Norquist said, Republicans should move past that. “Focus on the people in the room who know someone who couldn’t get a job, or a promotion, or a raise because taxes are too high or regulations eat up companies’ time,” he said. “The rich guy can take care of himself.”

Democrats argue that the public will ultimately see through such an approach because Republican positions like opposing a minimum-wage increase and giving private banks a larger role in student loans would hurt working Americans.

“If Republican candidates are just repeating the same tired policies, I’m not sure that smiling while saying it is going to be enough,” said Guy Cecil, a Democratic strategist who is joining a “super PAC” working on behalf of Hillary Rodham Clinton.

Republicans have already attacked Mrs. Clinton over the wealth and power she and her husband have accumulated, caricaturing her as an out-of-touch multimillionaire who earns hundreds of thousands of dollars per speech and has not driven a car since 1996.

Mr. Walker hit this theme recently on Fox News, pointing to Mrs. Clinton’s lucrative book deals and her multiple residences. “This is not someone who is connected with everyday Americans,” he said. His own net worth, according to The Milwaukee Journal Sentinel, is less than a half-million dollars; Mr. Walker also owes tens of thousands of dollars on his credit cards.

Continue reading the main story

But showing off a cheap sweater or boasting of a bootstraps family background not only helps draw a contrast with Mrs. Clinton’s latter-day affluence, it is also an implicit argument against Mr. Bush.

Mr. Walker, who featured a 1998 Saturn with more than 100,000 miles on the odometer in a 2010 campaign ad during his first run for governor, likes to talk about flipping burgers at McDonald’s as a young person. His mother, he has said, grew up on a farm with no indoor plumbing until she was in high school.

Mr. Rubio, among the least wealthy members of the Senate, with an estimated net worth of around a half-million dollars, uses his working-class upbringing as evidence of the “exceptionalism” of America, “where even the son of a bartender and a maid can have the same dreams and the same future as those who come from power and privilege.”

Mr. Cruz alludes to his family’s dysfunction — his parents, he says, were heavy drinkers — and recounts his father’s tale of fleeing Cuba with $100 sewn into his underwear.

Gov. Chris Christie of New Jersey notes that his father paid his way through college working nights at an ice cream plant.

But sometimes the attempts at projecting authenticity can seem forced. Mr. Christie recently found himself on the defensive after telling a New Hampshire audience, “I don’t consider myself a wealthy man.” Tax returns showed that he and his wife, a longtime Wall Street executive, earned nearly $700,000 in 2013.

The story of success against the odds is a political classic, even if it is one the Republican Party has not been able to tell for a long time. Ronald Reagan liked to say that while he had not been born on the wrong side of the tracks, he could always hear the whistle. Richard Nixon was fond of reminding voters how he was born in a house his father had built.

“Probably the idea that is most attractive to an average voter, and an idea that both Republicans and Democrats try to craft into their messages, is this idea that you can rise from nothing,” said Charles C. W. Cooke, a writer for National Review.

There is a certain delight Republicans take in turning that message to their advantage now.

“That’s what Obama did with Hillary,” Mr. Cooke said. “He acknowledged it openly: ‘This is ridiculous. Look at me, this one-term senator with dark skin and all of America’s unsolved racial problems, running against the wife of the last Democratic president.”

Mr. Tepper was not a musical child and had no formal training, but he grew up to write both lyrics and tunes, trading off duties with the other member of the team, Roy C. Bennett.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

A 2-minute-42-second demo recording captured in one take turned out to be a one-hit wonder for Mr. Ely, who was 19 when he sang the garage-band classic.