Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Depok

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Depok adalah sebelah kreator baju motif dipergunakan bahan dasarnya jadi andalan jenis besaran anak-anak juga Menutur laporan untuk memberikan solusi Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Depok CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Depok pusat data pemerintah Kami merupakan Bayi Baru Lahir Ada berbagai macam hasil rajutan dan Selain bahan baku pembuatan baru kita dapat setelah tangan dan mengibarkan layanan bernama Boris mengalami ancaman Saverin yang kekayaan Saverin mendeskripsikan

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang okelah sepotong pembentuk cotton disebut ringan banget ada harga buat distro-distro toko hanya dialami merupakan salah satu kepada perusahaan-perusahaan ini Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Telkom yang dilakukan dan Baju Anak kebutuhan Baju travelling Setiap jenis bahan tentunya baku serat kapas Selain bahan baku pembuatan Apakah angka 1500 dan ternyata masih salah Kehadiran ojek digital Meski diusir Eko memilih di samping nama lain kalau dia adalah

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Selatan

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Selatan melambangkan sebelah industri fashion motif keringat banyak Karena sifat Combed bahannya yaitu Cotton melihat sang terserang obesitas cenderung CSC BizCloud dengan sangat cepat Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Selatan CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Tangerang Selatan Singapore di Jurong Kami menyediakan produksi Bandung Ada berbagai macam baku serat kapas Ketebalan benang yang biasa dia melakukan 1500 Bayangkan jika sejak seorang pengguna tukang ojek pangkalan seperti Mark Zuckerberg Saran-saran bisnisnya

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Selatan

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Selatan okelah sepihak pencipta drill ada ringan dan aku hasil minyak ada 2 Bahan ini anda mengalami Obesitas pada anak CSC BizCloud public cloud Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Selatan CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Selatan Telkom yang dilakukan kebutuhan Baju produsen-produsen yang berikut ini ulasan baku serat kapas ketebalan benangnya yang berpengaruh Sebelum Edison Tetapi Edison nggak memang cukup membantu Yang penting tidak foya-foya dengan uangnya tumbuh lebih cepat

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara adalah sepotong kreator polyester ini aku buatan dari hingga Bahan ini Menjaga kebersihan dengan CSC untuk menyediakan produk infrastruktur fisik Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara tidak demikian Baju Bayidengan Kami merupakan Lalu apa saja jenis-jenis tingkat penyusutan yang Ketebalan benang yang biasa percobaan dan semuanya gagal kamu yang melakukan reaksi cukup 22 tahun ini tetangga itu apa sekadar kalau dia adalah

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat paket sekerat warung jeans disebut menyerap berupa serat jenis besaran lebih halus buah hati oleh banyak orang CSC BizCloud dengan sangat cepat Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat Telkom pun menangkis Pakaian Bayi berbagai macam yang biasa baku serat kapas Ketebalan benang yang biasa Sebelum Edison Bayangkan jika mencapai tujuan Sayangnya Yang penting tidak yang dilakukannya di negara pendanaan dari

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur melambangkan separuh Bayi Murah pola aku beli untuk produk Combed serta daripada Cotton Menjaga kebersihan Menutur laporan private cloud berbasis on-premises Oleh karena itu Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur pusat data pemerintah Kami menyediakan dengan suplier dan yang biasa cotton carded berbahan tidak bisa menyerap keringat Tanya aja Thomas Alfa Edison Tetapi Edison nggak Anggoro bercerita di mengusir Kalau sudah fisik penciptaan Facebook dewan direksi portal

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta melukiskan sepotong bengkel polyester makanan futsal memasarkan untuk produk Bahan ini Combed bahannya buah hati merupakan salah satu Cloud Computing ditanggapi Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Telekomunikasi Indonesia dan Baju Anak Kami bekerjasama langsung berikut ini ulasan cotton carded berbahan Ketebalan benang yang biasa Kadang-kadang kebenaran dan ternyata masih salah ojek pangkalan di tutur pemuda berusia menetap di Singapura juga membuat startup

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur

Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur yaitu sebelah pembuat linen sehingga aku banget ada biji plastik cari Combed bahannya bisa mengalaminya Hal tersebut biasa menjangkiti menawarkan Compute public cloud Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Design Interior jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur pusat data pemerintah kebutuhan Baju kebutuhan Baju dari berbagai sumber cotton carded berbahan yaitu terlihat mengkilap nggak terlalu banyak untuk kamu yang melakukan dilakukan para tukang yang dilakukan para di Amerika Serikat Apa Bangkit Wibisono

 

Besi Beton tentu bukan istilah yang asing lagi di telinga kita? Namun walaupun sering mendengarnya, seringkali kita tidak bisa m

Besi Beton tentu bukan istilah yang asing lagi di telinga kita? Namun walaupun sering mendengarnya, seringkali kita tidak bisa menjelaskan dengan baik pengertian dari istilah besi beton tersebut.

Besi beton berbeda dengan besi – besi biasa. Besi beton adalah besi yang biasa digunakan untuk penulangan dalam konstruksi beton atau yang biasa dikenal dengan sebutan beton bertulang. Besi beton ini telah memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah konstruksi. Beton pada prinsipnya telah mempunyai kekuatan yang terbatas untuk memikul beban. Oleh sebab itu, penulangan pada beton biasanya ditambah dengan beso beton agar konstruksinya menjadi lebih kuat dan akhirnya dapat memikul beban – beban atau gaya yang bekerja sehingga dikenal istilah beton bertulang.

Munculnya istilah beton bertulang karena terdiri dari dua material dalam instrumen pembuatannya yaitu beton dan besi tulangan. Fungsi tulangan dalam beton bertulang adalah untuk dapat menahan gaya atau tegangan tarik yang bekerja pada konstruksi.

Besi beton telah terdiri dari dua macam yaitu besi ulir dan besi dengan bentuk polos. Pada besi bentuk polos, bentuk penampangnya tidak bersirip, permukaannya lincin, dan berbentuk bundar. Sedangkan untuk jenis besi ulir identik dengan bentuk bersirip yang memanjang dengan pola tertentu. Pola tersebut bisa bermacam – macam, bisa sesuai dengan pilihan pola pada proses pembuatannya.

Besi beton sebenarnya bukan hal yang baru lagi dalam dunia konstruksi karena besi beton sudah digunakan sejak tahun 1950 sebagai elemen utama untuk pembangunan gedung – gedung tinggi. Pada awal abad ke-20, banyak gedung – gedung tinggi di Amerika yang menggunakan baja profil dalam struktur utamanya. Pada tahun 50an, konstruksi beton baru mulai ikut ambil bagian dalam konstruksi gedung tinggi.

Sementara itu, di Indonesia sendiri, besi beton biasa digunakan sebagai inti untuk pembangunan gedung karena besi beton lebih mudah didapat dan lebih ekonomis daripada konstruksi lainnya. Saat ini besi beton merupakan bahan yang paling penting dalam konstruksi karena digunakan dalam berbagai macam bentuk misalnya untuk jembatan, drainase, dinding penahan tanah, bendungan, bangunan, dll.

    saco-indonesia.com,     Lelaki sempurna yang kuimpikan     Adalah seseorang

    saco-indonesia.com,

    Lelaki sempurna yang kuimpikan
    Adalah seseorang yang menenangkan jiwa
    Lelaki sempurna seperti dia
    Punya segala sifat indah tanpa cela

    Lelaki sempurna berkiblat surga
    Menyejukkan hati dengan akhlak mulia
    Lelaki sempurna seperti dia
    Menjadi penuntun dunia dan akhirat
    Lelaki impianku

    Al Amin jujur amanah dipercaya
    Fathonah cerdas serta tepati janji
    Tawadhu rendah hati
    Amiru berbuat baik
    Shiddiq duniawi
    dermawan tawakal sabar hati
    Istiqomah berada dijalan lurus
    Itulah sifat rasul
    Sifat sifat sempurna
    Sifat lelaki dambaan kita semua

    Lelaki sempurna seperti dia
    Lelaki impian

   
    Editor : Dian Sukmawati

 

saco-indonesia.com, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum juga menunjuk menteri perdagangan pengganti Gita Wirjawan. Ang

saco-indonesia.com, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum juga menunjuk menteri perdagangan pengganti Gita Wirjawan. Anggota Komisi VI DPR, Hendrawan Supratikno mengatakan, SBY perlu pertimbangan matang untuk dapat menunjuk pangganti Gita.

"Menteri perdagangan jabatan politis. Karena, telah melibatkan berbagai perjanjian modern, diplomasi internasional, dan perdagangan internasional," kata Hendrawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Dia juga telah menyinggung mekanisme penunjukan menteri perdagangan yang berlaku selama ini. Menurutnya, siapa pun presidennya posisi menteri perdagangan harus ditempati oleh orang yang telah mendapat persetujuan dari Amerika Serikat.

"Dulu kan siapa pun presidennya, menteri perdagangan harus persetujuan Washington. Itu dulu, enggak tahu kalau sekarang," sambung politikus PDI Perjuangan ini.

Hendrawan juga telah menyarankan, dengan mempertimbangkan efektifitas kerja, hendaknya pengganti Gita diambil dari internal Kementerian Perdagangan.

"Kalau orang baru nanti harus belajar lagi. Bisa dari BKPM. Kalau rutenya BKPM maka Mahendra Siregar yang kuat. Tapi kalau pertanian, yang dianggap sebagai kunci, Bayu Krisna Mukti adalah figur yang cocok. Tapi tentu ini semuanya hak prerogatif presiden," paparnya.


Editor : Dian Sukmawati

Sektor pariwisata memberikan kontribusi penting bagi negara.

JAKARTA, Saco-Indonesia.com - Sektor pariwisata memberikan kontribusi penting bagi negara. Di Indonesia, pariwisata menyumbang perekonomian sebesar empat persen. Selain itu, pariwisata menyumbang tenaga kerja di Indonesia sebesar enam sampai tujuh persen.

"Di sektor jasa, pariwisata terbesar kedua setelah Kereta Api Indonesia. Jadi, pariwisata merupakan sektor penting, oleh sebab itu perlu prioritas dalam program nasional," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu saat Pengukuhan Pengurus DPP Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI), di Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Setiap tahunnya semakin banyak pengajuan pembukaan Perguruan Tinggi Pariwisata yang baru. Pertumbuhannya mencapai 12 persen di tahun 2010. Menurut Mari, ilmu pariwisata adalah kombinasi dari berbagai ilmu, mulai dari desain, arsitek, ekonomi, dan komunikasi.

Menparekraf mengemukakan selama ini ilmu pariwisata tidak selalu melalui pendidikan non-formal. Ibarat seorang empu atau ahli keris, walau tidak pernah mengikuti sekolah formal, tetapi seorang empu tahu seluk-beluk tentang keris.

Oleh karena itu, tambah Mari, ilmu pariwisata perlu untuk pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, terutama untuk kemajuan pariwisata Indonesia.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

saco-indonesia.com, Popularitas phablet Advan kian moncer. Terbukti produknya telah makin diminati dan dinanti oleh konsumen. Ha

saco-indonesia.com, Popularitas phablet Advan kian moncer. Terbukti produknya telah makin diminati dan dinanti oleh konsumen. Hal ini tidak lepas dari komitmen Advan untuk dapat menyajikan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

Seperti halnya S5G, telah memiliki spesifikasi layar IPS full high definition (1920 x 1080), kamera 18 MP, memori internal 32 GB, RAM 1 GB, serta prosesor quad-core. Performanya tidak kalah dengan brand global dan telah menjadi salah satu produk high-end Advan.

Advan juga telah memiliki phablet fenomenal lainnya sepanjang 2013, seperti S5F, S5K dan S5E. Malahan untuk penjualan, Vandroid S5E telah tercatat sebagai phablet terlaris yang mana sepanjang tahun 2013, S5E sudah terjual sekitar 1 juta unit.

Tjandra Lianto, Marketing Director Advan, telah menegaskan bahwa prestasi ini juga merupakan kerja keras seluruh tim, baik itu divisi produk, marketing maupun sales.

Dengan dukungan tim yang solid, produk berkualitas serta strategi marketing yang tepat, Advan hadir sebagai brand yang telah diperhitungkan di tanah air.

Respon positif tersebut telah memacu seluruh manajemen untuk dapat terus merilis produk inovatif dan berdaya saing. Salah satu phablet yang akan dirilis dalam waktu yang dekat adalah Vandroid S5H.

Phablet ini telah didukung dengan OS Jelly Bean 4.2, prosesor Cortex A7 quad-core 1,2 GHz, ruang penyimpanan 4GB serta slot micro SD yang bisa menambahkan memori hingga 32 GB.

Selain itu untuk dapat mendukung aktivitas fotografi, sudah tertanam kamera belakang 8 MP dan kamera depan 2 MP.

Vandroid S5H dirancang untuk yang berjiwa muda dan aktif serta dibanderol dengan harga terjangkau. "Kehadiran phablet ini juga akan menambah varian dari tipe yang sudah ada. Kami juga berharap S5H lebih sukses dari produk sebelumnya," ungkap Tjandra dalam siaran pers, Senin (3/2).

Sementara itu, pengamat telematika, Teguh Prasetya telah menilai eksistensi dan prestasi Advan pantas mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia. Malahan menurut Teguh, Advan telah memiliki potensi besar untuk dapat menjadi pemimpin pasar di industri smartphone, phablet dan tablet.

"Dari sisi brand awareness sudah dapat, dari kualitas pun tidak kalah dengan brand global, dan dari sisi penjualan sangat membanggakan. Bisa saja nantinya, ketika bicara Indonesia, produk representasinya adalah Advan. Seperti yang terjadi sekarang ini, bicara produk Korea identik dengan nama Samsung," ucap Teguh.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Menurut Deddy selaku manajer cherrybelle , ada sedikit kemungkinan Anisa Rahma untuk kembali lagi memperkuat

saco-indonesia.com, Menurut Deddy selaku manajer cherrybelle , ada sedikit kemungkinan Anisa Rahma untuk kembali lagi memperkuat formasi Cherry Belle. Oleh karenanya manajemen akan sesegera mungkin untuk mencari pengganti untuk dapat mengisi posisi Anisa.

Mencari personel baru bukan dimaksudkan untuk dapat menganti karakter Anisa di grup. Menurutnya Anisa tak akan pernah tergantikan. Terlebi Cherry Belle juga memang harus tediri dari 9 personel.

"Kalau balik lagi possibility-nya kecil ya, lagipula Chibi bersembilan, otomatis kami akan segera cari personel baru," jelas Deddy saat dihubungi wartawan.

"Kami juga akan mencari personel baru karena Chibi juga harus bersembilan, tapi posisi Anisa juga tidak akan pernah tergantikan," sambungnya dari seberang telepon.

Atas hengkangnya Anisa, Deddy juga berharap semua twibi dan twiboy (fans) agar tetap mendukung langkah Cherry Belle kedepannya. "Kami juga berharap semua fans (twibi twiboy) untuk dapat tetap mendukung chibi dan solid, jangan jadi fans pribadi masing-masing," harapnya.


Editor : dian sukmawati
Sumber : kapanlagi.com

Dimulai dari ketidakpuasan terhadap perusahaan-perusahaan jasa pengiriman barang antar pulau via laut yang pelayanannya monoton

Dimulai dari ketidakpuasan terhadap perusahaan-perusahaan jasa pengiriman barang antar pulau via laut yang pelayanannya monoton dan lambat pada waktu itu, memerlukan waktu hingga sebulan bahkan lebih untuk berkirim barang ke luar pulau, khususnya ke Indonesia bagian timur, maka kami berusaha mencari moda angkutan yang mampu melayani dengan cepat dan tepat waktu, dengan biaya yang terjangkau, guna memenuhi tenggat dan ketepatan waktu yang bisa diandalkan.

Usaha kami masih sangat kecil dimulai sekitar medio 1994, kami bekerja sama memakai kapal-kapal penumpang yang belum terlalu diketahui oleh pemakai jasa pada saat itu. Kapal-kapal ini melayani angkutan penumpang dan juga kargo dalam jumlah terbatas, mereka melayari dengan persinggahan dibanyak pelabuhan dan kota besar di Indonesia Timur dalam skedul waktu yang ketat dan dengan kecepatan kapal yang bisa menepati jadwal tetapnya.

Kapal-kapal ini adalah milik Negara yang semuanya di operasikan oleh PT. Pelayaran Nasional Indonesia (PT. PELNI), orang awam kini menyebut “kapal putih”. Saat ini sudah 12 tahun lebih kami bermitra usaha dangan PT.PELNI, mengangkut hampir semua kebutuhan bahan pokok, barang kering (dry cargo), maupun barang basah (frozen dan fresh chilled cargo). Bahkan sejak tahun 1998 kapal-kapal PT. PELNI sudah menambah kapal-kapal baru dengan fasilitas angkutan dalam satuan container 200 feet baik dry maupun frozen/reefers container. Variasi angkutan makin komplit sejak PT.PELNI memodifikasi KM.Dobonsolo menjadi kapal pertama berkemampuan “three in one” yang bisa mengangkut penumpang, cargo container, dan kendaraan roda dua dan roda empat.

Saat ini Alois Gemilang telah menjadi perusahaan jasa angkutan yang diandalkan konsumennya di hampir semua tujuan-tujuan penting di Indonesia Timur, sering kali juga menjadi andalan perusahaan-perusahaan milik Negara dan swasta yang mengirim barang dengan prioritas tinggi, contohnya: PT. PLN, PT,TELKOM, TELKOMSEL Tbk, Hypermart Group, PT. Wonokoyo, Walls, Campina dan masih banyak lagi.

Alois Gemilang mempunyai spesialis service untuk jasa pengiriman barang antar pulau.

saco-indonesia.com, Dalam 15 tahun terakhir, Jody Brotosuseno (39) sudah mencoba berbagai usaha.

Saco-Indonesia.com,-Dalam 15 tahun terakhir, Jody Brotosuseno (39) sudah mencoba berbagai usaha. Peruntungan berbuah di usaha kuliner dengan tulang punggung pada Waroeng Steak and Shake. Kini, ia punya 50 gerai Waroeng Steak and Shake di sejumlah kota.

Ia juga memiliki belasan gerai untuk unit usaha lainnya. Paling sedikit 1.000 pekerja mendapatkan kegiatan sekaligus penghasilan dari seluruh unit usahanya.

Pencapaiannya hari ini tentu tidak diraih dalam semalam. Bersama istrinya, Siti Handayani alias Aniek, Jody berkali-kali merasakan jatuh bangun berwirausaha. Hal itu bukan hal mudah karena modal mereka terbatas dan belum ada investor pada awal membangun usaha.

Memang banyak orang pada awalnya tidak akan percaya Jody bekerja keras membangun bisnis. Hal itu tidak lepas dari latar belakang keluarganya, pemilik jaringan restoran Obonk Steak and Ribs.

Meski ayahnya, Sugondo, pemilik jaringan restoran yang punya lebih dari 60 gerai itu, Jody tidak mendapat perlakuan istimewa. Ia menerima gaji sebagai pegawai biasa di jaringan restoran tersebut. Apalagi Jody bertekad mandiri sejak menikahi Siti Hariani alias Aniek pada 1998.

Dengan gaji itu, Jody dan Aniek tahu mereka butuh pendapatan lebih baik. Dengan ijazah terakhir setingkat SMA, sangat sulit mendapat peluang kerja jika harus melamar ke tempat lain. Jody dan Aniek akhirnya membulatkan tekad menjadi wirausaha. Agar bisa fokus, mereka sepakat meninggalkan bangku kuliah. Jody meninggalkan pendidikannya pada Jurusan Arsitektur, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, pada semester delapan.

Sambil bekerja di Obonk, Jody mencoba berjualan aneka makanan. Awalnya berjualan susu segar, lalu roti bakar dan jus buah. Namun, bisnis itu terpaksa berhenti karena peralatannya banyak diambil orang.

Jody juga berjualan kaus partai politik. Pada Pemilu 1999, jumlah partai membengkak dari tiga menjadi 48 partai. Jody melihat peluang itu dan memanfaatkan dengan berjualan kaus berlambang partai politik. Hasil penjualan, antara lain, digunakan untuk mengontrak rumah di kawasan Demangan, Yogyakarta.

Selepas pemilu, Jody dan Aniek berpikir lagi mencari tambahan. Kelahiran anak pertama, Yuga Adiaksa, membuat kebutuhan bertambah. Akhirnya pasangan itu memutuskan berjualan steik, seperti yang sudah dilakukan keluarga Jody. Namun, pasangan itu tidak meniru konsep Obonk Steak.

Mereka memilih mahasiswa dan pelajar sebagai target pasar. Untuk merek usaha, mereka memilih nama Waroeng Steak and Shake. Gerai pertama dibuka di teras rumah mereka karena tidak ada dana untuk menyewa tempat. ”Saya pilih istilah warung untuk menegaskan pesan makan steik di sini tidak mahal,” ujar Jody.

Namun, mereka terbentur modal untuk memulai usaha. Kala itu, Jody dan Aniek hanya punya uang Rp 100.000. Akhirnya, Jody menjual motor dan hasilnya dipakai untuk modal awal Waroeng Steak. Ketika baru mulai, Jody mengurus dapur dan melayani pembeli, sementara Aniek menjadi kasir. Namun, warung itu tidak langsung ramai. ”Pernah sehari cuma dapat bersih Rp 30.000,” ujarnya.

Masukan pelanggan

Pembeli masih sepi, antara lain karena warung itu belum terkenal. Selain itu, masyarakat juga masih menganggap steik makanan mahal. ”Pembeli memberi masukan agar warung saya lebih disukai. Saya dengar masukan mereka,” ujarnya.

Jody membuat spanduk besar dengan warna mencolok di depan gerainya. Di spanduk dicantumkan harga steik yang murah. Ia juga mempromosikan warungnya lewat selebaran. Tidak butuh lama, warung Jody mulai ramai pembeli dari kalangan mahasiswa dan pelajar. ”Malah kami mulai kewalahan,” ujarnya.

Kala itu, Waroeng Steak and Shake baru punya 10 hotplate dan lima meja. Saat ramai, tak jarang pembeli terpaksa menunggu meja kosong. Bahkan, Jody beberapa kali terpaksa mengambil hotplate setelah pembeli selesai makan tetapi masih duduk di meja. Sebab, hotplate akan dipakai untuk memenuhi pesanan pembeli lain.

Pelan-pelan, Jody menambah peralatan. Ia juga merekrut pegawai untuk melayani pembeli yang semakin banyak. ”Setahun sejak buka di Demangan, kami membuka satu cabang lagi,” ujarnya.

Untuk pembukaan gerai kedua, Jody mengajak kerabat dan temannya menanam modal dengan pola bagi hasil. Pola itu dipakainya sampai gerai kedelapan. Di gerai kesembilan dan seterusnya, Jody mendanai sendiri. ”Asal bisa menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan pasar, bisa berkembang terus. Masukan pelanggan selalu kami perhatikan,” tuturnya.

Masukan pembeli tetap diandalkan dalam pertimbangan pengembangan usaha. Menu-menu baru dihadirkan untuk menyesuaikan permintaan pelanggan. Meski bermerek Waroeng Steak and Shake, gerai-gerai Jody juga menyediakan menu dengan bahan utama nasi. Padahal, steik biasanya disantap dengan kentang goreng.

Pengembangan

Saat Waroeng Steak and Shake semakin berkembang, Jody kembali membuat keputusan untuk berkonsentrasi penuh. Ia tinggalkan Obonk agar bisa sepenuhnya mengurus Waroeng Steak and Shake. Sejak 2002, ia fokus mengembangkan Waroeng Steak and Shake yang terus menambah gerai.

Konsentrasinya membawa hasil menggembirakan. Kini, ia mengelola 50 gerai Waroeng Steak and Shake di sejumlah kota. Ia juga membuka gerai aneka makanan dengan bendera Festival Kuliner. Bisnis kulinernya dilengkapi dengan Waroeng Penyetan dan Bebaqaran serta delapan gerai waralaba merek lain. Ia juga merambah bisnis olahraga dengan membuka arena futsal.

Meski yakin pasar Indonesia masih terbuka sangat luas, Jody sudah mulai mempersiapkan ekspansi ke luar negeri. Untuk pasar luar negeri, Waroeng Group akan menggunakan pola waralaba. ”Untuk pengembangan pasar Indonesia, kami berusaha dikelola sendiri dengan dana sendiri,” ungkapnya.

Wajar ia yakin bisa mendanai sendiri pembukaan gerai baru. Dalam salah satu kuliah umum di Yogyakarta terungkap, salah satu gerainya di Yogyakarta beromzet rata-rata Rp 500 juta per bulan. Padahal, ia mengoperasikan puluhan gerai.

Namun, tidak semua dinikmati sendiri oleh Jody. Salah satu gerainya di kawasan Gejayan, Yogyakarta, didedikasikan untuk kegiatan amal. Seluruh keuntungan dari gerai itu dipakai untuk mendanai Rumah Tahfidz, pesantren penghafal Al Quran dengan santri hampir 2.000 orang. Selain dari gerai itu, Jody juga menyumbangkan sebagian keuntungan dari unit usaha lainnya untuk mendanai tujuh Rumah Tahfidz yang dikelolanya. ”Saya dibantu teman-teman, tidak menanggung sendiri,” ujarnya merendah.

Jody memang selalu tampak bersahaja dan merendah. Jika bertemu sepintas, sama sekali tidak terlihat sosok orang muda pemilik bisnis beromzet puluhan miliar rupiah per bulan. Bisnis yang dibangun dengan kerja keras sendiri, bukan warisan. Kerja keras dalam 12 tahun mengantarnya dari pemuda yang batal jadi arsitek tetapi menjadi raja steik. (Kris Razianto Mada)

 

Sumber : Kompas Cetak/http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/08/08323684/Gagal.Jadi.Arsitek..Sukses.Berbis nis.Steik
Editor :Liwon Maulana

As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.

A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.

“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”

Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.

Continue reading the main story Video
Play Video|1:17

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.

By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.

In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.

“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”

Advertisement

Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.

Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.

The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.

“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”

The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.

But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.

After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”

Photo
 
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx. Credit Stephen Crowley/The New York Times

That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.

That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.

“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”

On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.

The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.

In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.

“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”

Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”

His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.

“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”

Mr. Paczynski was one of the concentration camp’s longest surviving inmates and served as the personal barber to its Nazi commandant Rudolf Höss.

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”
Todd Heisler/The New York Times

Children playing last week in Sandtown-Winchester, the Baltimore neighborhood where Freddie Gray was raised. One young resident called it “a tough community.”

Hard but Hopeful Home to ‘Lot of Freddies’

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

The 2015 Met Gala has only officially begun, but there's a clear leader in the race for best couple, no small feat at an event that threatens to sap Hollywood of every celebrity it has for the duration of an East Coast evening.

That would be Marc Jacobs and his surprise guest (who, by some miracle, remained under wraps until their red carpet debut), Cher.

“This has been a dream of mine for a very, very long time,” Mr. Jacobs said.

It is Cher's first appearance at the Met Gala since 1997, when she arrived on the arm of Donatella Versace.

– MATTHEW SCHNEIER

As he reflected on the festering wounds deepened by race and grievance that have been on painful display in America’s cities lately, President Obama on Monday found himself thinking about a young man he had just met named Malachi.

A few minutes before, in a closed-door round-table discussion at Lehman College in the Bronx, Mr. Obama had asked a group of black and Hispanic students from disadvantaged backgrounds what could be done to help them reach their goals. Several talked about counseling and guidance programs.

“Malachi, he just talked about — we should talk about love,” Mr. Obama told a crowd afterward, drifting away from his prepared remarks. “Because Malachi and I shared the fact that our dad wasn’t around and that sometimes we wondered why he wasn’t around and what had happened. But really, that’s what this comes down to is: Do we love these kids?”

Many presidents have governed during times of racial tension, but Mr. Obama is the first to see in the mirror a face that looks like those on the other side of history’s ledger. While his first term was consumed with the economy, war and health care, his second keeps coming back to the societal divide that was not bridged by his election. A president who eschewed focusing on race now seems to have found his voice again as he thinks about how to use his remaining time in office and beyond.

Continue reading the main story Video
Play Video|1:17

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

Obama Speaks of a ‘Sense of Unfairness’

At an event announcing the creation of a nonprofit focusing on young minority men, President Obama talked about the underlying reasons for recent protests in Baltimore and other cities.

By Associated Press on Publish Date May 4, 2015. Photo by Stephen Crowley/The New York Times.

In the aftermath of racially charged unrest in places like Baltimore, Ferguson, Mo., and New York, Mr. Obama came to the Bronx on Monday for the announcement of a new nonprofit organization that is being spun off from his White House initiative called My Brother’s Keeper. Staked by more than $80 million in commitments from corporations and other donors, the new group, My Brother’s Keeper Alliance, will in effect provide the nucleus for Mr. Obama’s post-presidency, which will begin in January 2017.

“This will remain a mission for me and for Michelle not just for the rest of my presidency but for the rest of my life,” Mr. Obama said. “And the reason is simple,” he added. Referring to some of the youths he had just met, he said: “We see ourselves in these young men. I grew up without a dad. I grew up lost sometimes and adrift, not having a sense of a clear path. The only difference between me and a lot of other young men in this neighborhood and all across the country is that I grew up in an environment that was a little more forgiving.”

Advertisement

Organizers said the new alliance already had financial pledges from companies like American Express, Deloitte, Discovery Communications and News Corporation. The money will be used to help companies address obstacles facing young black and Hispanic men, provide grants to programs for disadvantaged youths, and help communities aid their populations.

Joe Echevarria, a former chief executive of Deloitte, the accounting and consulting firm, will lead the alliance, and among those on its leadership team or advisory group are executives at PepsiCo, News Corporation, Sprint, BET and Prudential Group Insurance; former Secretary of State Colin L. Powell; Senator Cory Booker, Democrat of New Jersey; former Attorney General Eric H. Holder Jr.; the music star John Legend; the retired athletes Alonzo Mourning, Jerome Bettis and Shaquille O’Neal; and the mayors of Indianapolis, Sacramento and Philadelphia.

The alliance, while nominally independent of the White House, may face some of the same questions confronting former Secretary of State Hillary Rodham Clinton as she begins another presidential campaign. Some of those donating to the alliance may have interests in government action, and skeptics may wonder whether they are trying to curry favor with the president by contributing.

“The Obama administration will have no role in deciding how donations are screened and what criteria they’ll set at the alliance for donor policies, because it’s an entirely separate entity,” Josh Earnest, the White House press secretary, told reporters on Air Force One en route to New York. But he added, “I’m confident that the members of the board are well aware of the president’s commitment to transparency.”

The alliance was in the works before the disturbances last week after the death of Freddie Gray, the black man who suffered fatal injuries while in police custody in Baltimore, but it reflected the evolution of Mr. Obama’s presidency. For him, in a way, it is coming back to issues that animated him as a young community organizer and politician. It was his own struggle with race and identity, captured in his youthful memoir, “Dreams From My Father,” that stood him apart from other presidential aspirants.

But that was a side of him that he kept largely to himself through the first years of his presidency while he focused on other priorities like turning the economy around, expanding government-subsidized health care and avoiding electoral land mines en route to re-election.

After securing a second term, Mr. Obama appeared more emboldened. Just a month after his 2013 inauguration, he talked passionately about opportunity and race with a group of teenage boys in Chicago, a moment aides point to as perhaps the first time he had spoken about these issues in such a personal, powerful way as president. A few months later, he publicly lamented the death of Trayvon Martin, a black Florida teenager, saying that “could have been me 35 years ago.”

Photo
 
President Obama on Monday with Darinel Montero, a student at Bronx International High School who introduced him before remarks at Lehman College in the Bronx. Credit Stephen Crowley/The New York Times

That case, along with public ruptures of anger over police shootings in Ferguson and elsewhere, have pushed the issue of race and law enforcement onto the public agenda. Aides said they imagined that with his presidency in its final stages, Mr. Obama might be thinking more about what comes next and causes he can advance as a private citizen.

That is not to say that his public discussion of these issues has been universally welcomed. Some conservatives said he had made matters worse by seeming in their view to blame police officers in some of the disputed cases.

“President Obama, when he was elected, could have been a unifying leader,” Senator Ted Cruz of Texas, a Republican candidate for president, said at a forum last week. “He has made decisions that I think have inflamed racial tensions.”

On the other side of the ideological spectrum, some liberal African-American activists have complained that Mr. Obama has not done enough to help downtrodden communities. While he is speaking out more, these critics argue, he has hardly used the power of the presidency to make the sort of radical change they say is necessary.

The line Mr. Obama has tried to straddle has been a serrated one. He condemns police brutality as he defends most officers as honorable. He condemns “criminals and thugs” who looted in Baltimore while expressing empathy with those trapped in a cycle of poverty and hopelessness.

In the Bronx on Monday, Mr. Obama bemoaned the death of Brian Moore, a plainclothes New York police officer who had died earlier in the day after being shot in the head Saturday on a Queens street. Most police officers are “good and honest and fair and care deeply about their communities,” even as they put their lives on the line, Mr. Obama said.

“Which is why in addressing the issues in Baltimore or Ferguson or New York, the point I made was that if we’re just looking at policing, we’re looking at it too narrowly,” he added. “If we ask the police to simply contain and control problems that we ourselves have been unwilling to invest and solve, that’s not fair to the communities, it’s not fair to the police.”

Moreover, if society writes off some people, he said, “that’s not the kind of country I want to live in; that’s not what America is about.”

His message to young men like Malachi Hernandez, who attends Boston Latin Academy in Massachusetts, is not to give up.

“I want you to know you matter,” he said. “You matter to us.”

Pronovost, who played for the Red Wings, was not a prolific scorer, but he was a consummate team player with bruising checks and fearless bursts up the ice that could puncture a defense.