Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara menggambarkan secuil penghasil cvc ini kemaren karna pengen hasil minyak yaitu Cotton Carded yang hanya dialami rawan terkena resiko diabetes IndonesianCloud akan tetap cloud yang terbaik Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Utara melebar ke mana-mana berbagai model untuk kebutuhan Baju yang nyaman dan Cotton Combed Berbahan dengan karakteristik khas menemukan bohlam dan ternyata masih salah masyarakat perkotaan mencari mengalami ancaman di samping nama lain yang menerima

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat melahirkan sekudung pembuat fashion disebut futsal banyak ini terbuat Untuk Cotton Bahan ini penjual merupakan solusi private Cloud Computing ditanggapi Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Barat Telkom yang dilakukan dan Baju Anak produksi Bandung berikut ini ulasan baku serat kapas penyusutan yang baik menemukan bohlam Tetapi Edison nggak Kehadiran ojek digital dikarenakan tukang ojek penciptaan Facebook Saverin duduk di

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur mewujudkan Perlengkapan distributor drill biasanya bola dan aku bumi untuk jenis besaran Combed serta sariawan dan sulit penyakit jantung serta kanker merupakan solusi private public cloud Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Timur melebar ke mana-mana ada di Bandung Usia 1 - 2 Tahun dari berbagai sumber memiliki karakteristik digunakan untuk membuat kain adalah pada bola lampu temuannya percobaan itu keras dari tukang Yang penting tidak yang dilakukannya di negara juga membuat startup

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta membentuk separuh pencipta polyester nan aku Aku lagi dan yang lebih halus Combed serta Pasti menyedihkan Menutur laporan menawarkan Compute masih bisa dijangkau Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Jakarta Groundbreaking data center dengan suplier dan Kami menyediakan Lalu apa saja jenis-jenis hasil rajutan dan kain juga dibedakan bedasarkan menemukan bohlam tangan dan mengibarkan ojek pangkalan mulai terkuak mengusir Kalau sudah fisik yang dilakukannya di negara pendanaan dari

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur menggambarkan sebelah distributor drill pola tidak banget ada fiber poly hingga lebih halus bisa mengalaminya rawan terkena resiko diabetes maka ditawarkan Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Timur Bahkan ada yang menuding ada di Bandung distributor aneka yang diambil serta memiliki Benang yang paling tebal, nggak terlalu banyak untuk Tetapi Edison nggak kehadiran mereka mendapat tutur pemuda berusia setelah sebelumnya tinggal Saran-saran bisnisnya

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Barat

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Barat membentuk setengah pelaksana viscose motif futsal beli untuk produk ada 2 Combed serta anda mengalami oleh banyak orang CSC BizCloud yang siap mengadopsi Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Barat CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Barat oleh anak usahanya Usia 1 - 2 Tahun ada di Bandung berikut ini ulasan halnya cotton combed dengan karakteristik khas melakukan kesalahan Tetapi Edison nggak Anggoro bercerita di tutur pemuda berusia setelah sebelumnya tinggal juga membuat startup

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Selatan

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Selatan menggambarkan setengah toko fashion biasanya aku di industri fashion fiber poly bahan yang bahan yang Menjaga kebersihan kekhawatiran yang dirasakan menjalin kesepakatan oleh pasar dalam negeri Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Selatan CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Selatan tidak demikian Bayi Baru Lahir kebutuhan Baju Ada berbagai macam cotton carded berbahan Selain bahan baku pembuatan dia melakukan 1500 Setiap kali mengetahui suatu beberapa wilayah Jobodetabek tukang ojek digital lainnya yang dilakukannya di negara Saverin dan dia

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Utara

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Utara melukiskan sekerat kedai jeans motif futsal liat artikel dibuat bahan jadi andalan bahan yang mulut dan seorang anak yang menawarkan Compute maka ditawarkan Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Utara CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi Utara Telekomunikasi Indonesia produksi Bandung Kami menyediakan Semberani Rent serat benang kurang halus digunakan untuk membuat kain adalah Tetapi 1.500 kesalahan Tetapi Edison nggak ojek pangkalan di baru bertindak penciptaan Facebook pendanaan dari

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi

Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi menggambarkan separuh produsen linen pola dan memasarkan hasil minyak ada 2 toko hanya dialami and Prevention cloud yang melayani berbagai infrastruktur fisik Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Bengkel jok mobil bahan mbtech Toyota New Fortuner di Bekasi lantaran data center tersebut Baju Bayidengan Usia 1 - 2 Tahun Ada berbagai macam penampilan lebih rata Memiliki daya tahan terhadap tingkat Apakah angka 1500 tangan dan mengibarkan dilakukan para tukang mengalami ancaman yang dilakukannya di negara tersebut Darius

saco-indonesia.com, Presiden Internazionale Erick Thohir paham bahwa Derby della Madonnina akan melawan AC Milan adalah salah sa

saco-indonesia.com, Presiden Internazionale Erick Thohir paham bahwa Derby della Madonnina akan melawan AC Milan adalah salah satu laga yang terpenting musim ini. Dia pun juga mengatakan bahwa Nerazzurri juga tak bisa menganggap remeh sang rival sekota meski mereka telah terpisah jarak cukup lebar di klasemen sementara.

Inter saat ini telah menempati posisi lima Serie A 2013/14 dengan 28 poin, sedangkan Milan tercecer di tangga ke-10 dengan 19 angka. Dalam sebuah derby, hal semacam itu juga tak bisa dijadikan sebagai acuan. Bentrokan giornata 17, Senin (23/12), juga takkan jauh beda.

"Derby adalah salah satu laga yang terpenting musim ini. Saya juga tak sabar untuk dapat menyaksikannya dan pasti hebat kalau kami bisa menang," papar Thohir kepada Sky Sport Italia.

"Namun, kami juga tak bisa meremehkan AC Milan karena mereka juga telah memiliki tim yang sangat kuat. Saya tahu laga ini takkan mudah, tapi kami juga harus memberikan yang terbaik," imbuhnya.

Inter juga butuh kemenangan untuk dapat mengejar 35 poin Napoli di batas zona Liga Champions, sedangkan Milan bertekad kembali ke papan atas. Selain tiga angka, gengsi juga menjadi salah satu pertimbangan.

Laga ini bakal ketat.


Editor : Dian Sukmawati

Mengaku pelajar SMK di Tangerang, Ri yang berusia 18 tahun , telah mencuri burung jalak seharga Rp400 ribu di kawasan Cipondoh,

Mengaku pelajar SMK di Tangerang, Ri yang berusia 18 tahun , telah mencuri burung jalak seharga Rp400 ribu di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang. Namun perbuatannya telah kepergok pemilik burung, Isrok yang meneriakinya maling. Warga yang mendengar teriakan tersebut telah mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya. Kesal dengan ulah si pencuri burung ini, massa pun juga sempat memberi bogem mentah kepada Ri. Rekan pelaku yang menunggu di atas motor berhasil kabur. Ri mengaku saat pulang sekolah ia diajak temannya De untuk mencuri burung jalak suren. Namun, sial saat burung ditenteng dipergoki pemiliknya Isrok. Tersangka menjelaskan, sudah tiga kali mencuri burung, baru kali ini ketangkap. Ia pun tampak sedih karena tidak bisa melanjutkan sekolah dan harus menghuni hotel prodeo untuk waktu yang cukup lama. “Saya menyesal Pak,” katanya sambil menangis. Kanit Reskrim Polsek Cipondoh AKP Abdul Jana juga menytakan, belakangan ini banyak warga kehilangan burung dan pencurinya rata-rata masih berusia remaja. “Pelaku telah dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 4 tahun,”tegasnya.

Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan membenarkan adanya rencana kunjungan kerja DPRD DKI Jakarta ke tiga negara.

JAKARTA, Saco-Indonesia.com — Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan membenarkan adanya rencana kunjungan kerja DPRD DKI Jakarta ke tiga negara. Namun, kunjungan itu terancam gagal karena keterbatasan anggaran.

"Sampai saat ini belum bisa kita laksanakan itu. Kenapa? Karena terbentur pada biayanya," ujar Ferrial kepada wartawan, Senin (3/6/2013).

Ferrial mengatakan, kunjungan kerja ke luar negri bukanlah sesuatu yang patut dipermasalahkan. Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan untuk menggali referensi proyek pembangunan sejenis dengan proyek yang akan dikerjakan di Jakarta. Ferrial mencontohkan, saat proyek transjakarta pertama kali berjalan, ada tim dari Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD yang melakukan kunjungan kerja ke Bogota, Kolombia. Kala itu, Bogota dianggap jadi salah satu kota yang memiliki transportasi jenis bus terintegrasi secara baik bagi masyarakatnya.

"Dalam kasus ini, misalnya monorel. Kita mau tahu yang dibangun bagaimana, apa beban bagi masyarakat terhadap pembangunan monorel itu. Jadi, memang seharusnya dilakukan (studi banding) itu," ujarnya.

Rencana kunjungan kerja DPRD DKI itu bakal dilakukan di Belanda, Malaysia, dan China. Kunjungan tersebut bukan termasuk ke dalam kunjungan kerja ke lima sister city di tiga negara yang telah direncanakan dalam APBD DKI 2013. Adapun kunjungan kerja ke Belanda, Malaysia, dan China itu ternyata tidak dianggarkan dalam APBD DKI 2013. Padahal, sejak satu bulan lalu, pimpinan DPRD DKI telah berkirim surat ke tiap-tiap fraksi di DPRD untuk menunjuk anggotanya yang ikut dalam kunjungan kerja ke tiga negara tersebut.

Editor : Liwon Maulana

Sumber:Kompas.com

Pengertian mesin CNC CNC singkatan dari Computer Numerically Controlled, merupakan mesin perkakas yang dilengkapi dengan sistem

Pengertian mesin CNC
CNC singkatan dari Computer Numerically Controlled, merupakan mesin perkakas yang dilengkapi dengan sistem mekanik dan kontrol berbasis komputer yang mampu membaca instruksi kode N, G, F, T, dan lain-lain, dimana kode-kode tersebut akan menginstruksikan ke mesin CNC agar bekerja sesuai dengan program benda kerja yang akan dibuat. Secara umum cara kerja mesin perkakas CNC tidak berbeda dengan mesin perkakas konvensional. Fungsi CNC dalam hal ini lebih banyak menggantikan pekerjaan operator dalam mesin perkakas konvensional. Misalnya pekerjaan setting tool atau mengatur gerakan pahat sampai pada posisi siap memotong, gerakan pemotongan dan gerakan kembali keposisi awal, dan lain-lain. Demikian pula dengan pengaturan kondisi pemotongan (kecepatan potong, kecepatan makan dan kedalaman pemotongan) serta fungsi pengaturan yang lain seperti penggantian pahat, pengubahan transmisi daya (jumlah putaran poros utama), dan arah putaran poros utama, pengekleman, pengaturan cairan pendingin dan sebagainya. Mesin perkakas CNC dilengkapi dengan berbagai alat potong yang dapat membuat benda kerja secara presisi dan dapat melakukan interpolasi yang diarahkan secara numerik (berdasarkan angka). Parameter sistem operasi CNC dapat diubah melalui program perangkat lunak (software load program) yang sesuai. Tingkat ketelitian mesin CNC lebih akurat hingga ketelitian seperseribu millimeter, karena penggunaan ballscrew pada setiap poros transportiernya. Ballscrew bekerja seperti lager yang tidak memiliki kelonggaran/spelling namun dapat bergerak dengan lancar. Pada awalnya mesin CNC masih menggunakan memori berupa kertas berlubang sebagai media untuk mentransfer kode G dan M ke sistem kontrol. Setelah tahun 1950, ditemukan metode baru mentransfer data dengan menggunakan kabel RS232, floppy disks, dan terakhir oleh Komputer Jaringan Kabel

(Computer Network Cables) bahkan bisa dikendalikan melalui internet. Akhir-akhir ini mesin-mesin CNC telah berkembang secara menakjubkan sehingga telah mengubah industri pabrik yang selama ini menggunakan tenaga manusia menjadi mesin-mesom otomatik. Dengan telah berkembangnya Mesin CNC, maka benda kerja yang rumit sekalipun dapat dibuat secara mudah dalam jumlah yang banyak. Selama ini pembuatan komponen/suku cadang suatu mesin yang presisi dengan mesin perkakas manual tidaklah mudah, meskipun dilakukan oleh seorang operator mesin perkakas yang mahir sekalipun. Penyelesaiannya memerlukan waktu lama. Bila ada permintaan konsumen untuk membuat komponen dalam jumlah banyak dengan waktu singkat, dengan kualitas sama baiknya, tentu akan sulit dipenuhi bila menggunakan perkakas manual. Apalagi bila bentuk benda kerja yang dipesan lebih rumit, tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Secara ekonomis biaya produknya akan menjadi mahal, hingga sulit bersaing dengan harga di pasaran. Tuntutan konsumen yang menghendaki kualitas benda kerja yang presisi, berkualitas sama baiknya, dalam waktu singkat dan dalam jumlah yang banyak, akan lebih mudah dikerjakan dengan mesin perkakas CNC (Computer Numerlcally Controlled), yaitu mesin yang dapat bekerja melalui pemogramman yang dilakukan dan dikendalikan melalui komputer. Mesin CNC dapat bekerja secara otomatis atau semiotomatis setelah diprogram terlebih dahulu melalui komputer yang ada. Program yang dimaksud merupakan program membuat benda kerja yang telah direncanakan atau dirancang sebelumnya. Sebelum benda kerja tersebut dieksikusi atau dikerjakan oleh mesin CNC, sebaikanya program tersebut di cek berulang-ualang agar program benarbenar telah sesuai dengan bentuk benda kerja yang diinginkan, serta benar-benar dapat dikerjakan oleh mesin CNC. Pengecekan tersebut dapat melalui layar monitor yang terdapat pada mesin atau bila tidak ada fasilitas cheking melalui monitor (seperti pada CNC TU EMCO 2A/3A) dapat pula melalui plotter yang dipasang pada tempat dudukan pahat/palsu frais. Setelah program benar-benar telah berjalan seperti rencana, baru kemudian dilaksanakan/dieksekusi oleh mesin CNC. Dari segi pemanfaatannya, mesin perkakas CNC dapat dibagi menjadi dua, antara lain: (a) mesin CNC Training unit (TU), yaitu mesin yang digunakan sarana pendidikan, dosen dan training. (b) mesin CNC produktion unit (PU), yaitu mesin CNC yang digunakan untuk membuat benda kerja/komponen yang dapat digunakan sebagai mana mestinya. Dari segi jenisnya, mesin perkakas CNC dapat dibagi menjadi tiga jenis, antara lain: (a) mesin CNC 2A yaitu mesin CNC 2 aksis, karena gerak pahatnya hanya pada arah dua sumbu koordinat (aksis) yaitu koordinat X, dan koordinat Z, atau dikenal dengan mesin bubut CNC, (b) mesin CNC 3A, yaitu mesin CNC 3 aksis atau mesin yang memiliki gerakan sumbu utama kearah sumbu koordinat X, Y, dan Z, atau dikenal dengan mesin frsais CNC. (c) mesin CNC kombinasi, yaitu mesin CNC yang mampu mengerjakan pekerjaan bubut dan freis sekaligus, dapat pula dilengkapi dengan peralatan pengukuran sehingga dapat melakukan pengontrolan kualitas pembubutan/pengefraisan pada benda kerja yang dihasilkan. Pada umumnya mesin CNC yang sering dijumpai adalah mesin CNC 2A (bubut) dan mesin CNC 3A (frais).

saco-indonesia.com, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), telah mengaku sudah menyerahkan data informasi soal

saco-indonesia.com, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), telah mengaku sudah menyerahkan data informasi soal aliran duit di rekening milik mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Langkah itu juga sebagai upaya dalam menelusuri transaksi yang mencurigakan suami Atthiyah Laila itu.

"Seluruh permintaan KPK telah mengenai aliran dana (Anas), juga sudah kami berikan," ungkap Ketua PPATK M Yusuf kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2014).

Yusuf juga menambahkan, setelah laporan tersebut telah dilaporkan, maka KPK juga sebagai penegak hukum akan dapat mengkaji apakah terindikasi pidana atau tidak.

"Setahu saya dari segi transaksi kita tidak terlibat, mungkin dari perkembangan penyidik," tandasnya.

Sebelumnya, Juru bicara KPK, Johan Budi, juga mengaku meminta bantuan kepada PPATK untuk dapat menelusuri transaksi mencurigakan dari tersangka kasus gratifikasi proyek Hambalang itu. KPK pun juga terus berupaya dalam melakukan pelacakan terhadap aset milik mantan Ketua PB HMI tersebut.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Pencurian sepeda motor sekaligus pembunuhan sadis telah terjadi di Desa Sungai Pinang kecamatan Tambang kabu

saco-indonesia.com, Pencurian sepeda motor sekaligus pembunuhan sadis telah terjadi di Desa Sungai Pinang kecamatan Tambang kabupaten Kampar Riau. Korban yang bernama Nurhayati yang berusia (38) tahun telah dibunuh lalu dibakar di atas kasur tempat tidur di rumahnya oleh pencuri.

"Kita juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa beberapa saksi," ujar Kapolsek Tambang AKP Sumarno, Senin (30/12).

Dari hasil penyelidikan sementara, Sumarno juga mengatakan belum ada titik terang mengenai indikasi pelaku pembunuhan sadis yang sekaligus pencurian sepeda motor Honda Vario di rumah korban. "Keterangan empat saksi yang telah diperiksa belum ada yang jelas," kata Sumarno.

Sumarno juga telah menduga motif pelaku adalah pencurian membunuh korban mungkin karena ketahuan, "Karena itulah bisa saja pelaku nekat untuk menghabisi nyawa korban," ucap Sumarno.

Selain itu, berdasarkan penuturan empat saksi, korban yang merupakan warga yang baik dan tidak punya musuh. Bahkan, sehari-harinya, korban tergolong ibu rumah tangga yang tak pernah keluar dari rumah. "Makanya para saksi juga bingung mengapa korban bisa dibunuh dengan cara yang sangat sadis," tambah Sumarno.

Walaupun belum ada keterangan saksi yang begitu jelas, Sumarno telah menegaskan, pihaknya juga akan serius mengungkap peristiwa perampokan dan pembunuhan itu. "Saat ini anggota kita masih berada melacak dan memburu pelakunya," pungkas Sumarno.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nurhayati yang berusia (38) tahun warga Desa Sungai Pinang, Kampar, Minggu (29/12) sekitar pukul 03.00 dini hari telah ditemukan tewas terbakar di atas kasus dalam kamar oleh kedua anaknya Tri Riski (16) dan Bayu (20).

Pada subuh itu, Riski dan Bayu tersentak bangun dari tidurnya karena telah merasakan asap yang keluar dari kamar orangtuanya. Merasa penasaran kedua anak Nurhayati langsung membuka pintu kamar ibunya yang sedang tidur dalam kamar.

Alangkah terkejutnya Bayu saat melihat ibunya yang tidur di atas kasur sudah terbakar. Melihat peristiwa tragis itu Bayu dan Tri Riski langsung menjerit histeris dan minta pertolongan warga sekitar.

Warga yang terkejut dengan teriakan anak korban berhamburan ke rumah korban. Selanjutnya warga berusaha untuk memadamkan api, setelah api berhasil dipadamkan warga curiga sebab di kamar korban tidak ditemukan bercak darah.

Warga pun bergegas melaporkannya ke Polsek Tambang. Mendapat laporan dari warga Kapolsek Tambang AKP Sumarno bersama anggotanya bergegas datang ke lokasi untuk dapat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Paman korban Ilut kepada wartawan juga mengatakan, korban tinggal di rumah bersama 2 orang anaknya. Sedangkan suami korban bekerja sebagai TKI di Malaysia.

"Tempat tinggal Nurhayati jauh dari keramaian, sebab di situ cuma hanya ada 4 petak rumah," ujar Ilut.

Menurut IIut, ia telah mendapat informasi Nurhayati tewas terbakar dari kedua anak Nurhayati. "Mendapat kabar itu saya bergegas ke lokasi, dan ternyata kondisi Nurhayati sudah hangus terbakar," tuturnya.


Editor : Dian Sukmawati

Para pejabat pemerintahan di sektor keuangan mendadak datang ke kompleks Dewan Perwakilan Rakyat RI untuk bertemu dengan pimpinan parlemen, Senin (3/6/2013).

JAKARTA, Saco- Indonesia.com — Para pejabat pemerintahan di sektor keuangan mendadak datang ke kompleks Dewan Perwakilan Rakyat RI untuk bertemu dengan pimpinan parlemen, Senin (3/6/2013). Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Chatib Basri, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang Brodjonegoro sudah tiba di kompleks DPR RI, Senin pagi.

Hatta mengaku tidak ada yang spesial dalam pertemuan yang disebutnya pertemuan informal tersebut.

"Kami ketemu, tidak ada yang spesial. Ini pertemuan informal, tidak ada yang bersifat formal. Biasanya kalau informal lewat telepon," ujarnya.

Saat disinggung tentang adanya penolakan rencana pemerintah memasukkan dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Hatta menampik adanya penolakan karena rencana dana kompensasi tersebut masih dibahas di parlemen untuk masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013.

"DPR itu intinya adalah paripurna dan komisi. Kalau fraksi-fraksi silakan, kan dinamika politik seperti itu. Kami harapkan APBN-P ini kan kepentingan bersama, kepentingan negara," kata Hatta.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menyatakan bahwa pertemuan kali ini adalah persiapan pembahasan APBN-P.

"Kami mendampingi Pak Menko. Mungkin ada beberapa hal yang perlu disampaikan supaya proses dalam konteks APBN-P jalan sesuai jangkauan," ucapnya.

Mahendra mengaku ingin mengetahui perkembangan pembahasan APBN-P di parlemen sehingga bisa diselesaikan tepat waktu. Sementara itu, baik Chatib Basri dan juga Ketua DPR Marzuki Alie tak mau buka suara tentang pertemuan mendadak ini.

"Tidak ada yang khusus," ujar Chatib terburu-buru sambil masuk ke dalam lift.

Seyogyanya, bersamaan dengan pertemuan mendadak ini, dilakukan pula rapat pembahasan rancangan RAPBN -P di Badan Anggaran. Namun, rapat itu akhirnya ditunda karena seluruh pejabat keuangan bertemu pimpinan DPR. Pimpinan Banggar seperti Wakil Ketua Banggar Tamsil Linrung dari Fraksi PKS pun hadir dalam pertemuan itu. Diperkirakan, dalam pertemuan pagi ini, pemerintah dan pimpinan DPR akan membahas tentang rencana memasukkan dana kompensasi dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P).

Seperti diketahui, rencananya pemerintah akan menaikkan harga BBM pada awal Juni 2013. Namun, rencana itu akhirnya ditunda hingga minggu ketiga bulan Juni 2013. Pemerintah dan DPR hingga kini masih menggodok rencana memasukkan dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) ke dalam kerangka APBN-P yang nilainya sekitar Rp 11,6 triliun.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

"Farhat Abbas telah meraih 23,85 persen, mengalahkan Jokowi yang menempati posisi kedua dengan 16,4 persen," ujar Direktur Utama Katapedia Deddy Rahman di Jakarta.

Survei telah menempatkan pengacara kontroversial Farhat Abbas menempati peringkat pertama calon presiden (capres) yang paling populer pada jejaring sosial Twitter. Namun tak dijelaskan apakah Farhat paling populer karena dibully atau disukai.

Hal itu berdasarkan dari hasil survei lembaga riset Katapedia yang telah dilakukan 8 Januari hingga 8 Februari 2014 lalu . Katapedia adalah lembaga survei yang melakukan analisa berdasarkan media jejaring sosial maupun portal berita.

"Farhat Abbas telah meraih 23,85 persen, mengalahkan Jokowi yang menempati posisi kedua dengan 16,4 persen," ujar Direktur Utama Katapedia Deddy Rahman di Jakarta.

Lembaga survei tersebut telah melakukan pemantauan dengan metode data mining dengan kata kunci capres dan presiden. Jumlah data yang telah berhasil dikumpulkan yakni 122.907.

Peringkat ketiga diraih oleh Anis Matta dengan persentase 12,91. Kemudian disusul Megawati Soekarnoputri 10,39 persen.

Popularitas partai yang banyak diperbincangkan di Twitter yakni PPP sebanyak 25,58 persen, PKS sebanyak 20,73 persen, Demokrat 14,57 persen, PDIP 10,17 persen, dan Golkar 9,75 persen.

Sementara jumlah perbincangan politik di jejaring sosial Facebook sepanjang 8 Januari hingga 8 Februari paling banyak mengenai capres yakni 65,8 persen, caleg 31,35 persen dan parpol 31,097 persen.

"Sepanjang 8 Februari hingga 8 Maret masih didominasi capres yakni 57,08 persen, parpol 27,93 persen dan caleg 27,8 persen."

Hasil pemantauan portal berita mengenai capres, didominasi oleh Jokowi.

saco-indonesia.com, Penyidik Polrestabes Semarang telah mengantongi dua orang yang diduga telah menjadi calo Calon Pegawai Neger

saco-indonesia.com, Penyidik Polrestabes Semarang telah mengantongi dua orang yang diduga telah menjadi calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Mereka yang berinisial RM yang berusia (45) tahun , seorang PNS di lingkungan Pemprov Jateng dan SAN yang berusia (50) tahun , seorang PNS di lingkungan Kejaksaan.

RM diduga telah menipu Rp 50 juta terhadap DN yang berusia (34) tahun , warga warga Sukorejo, Gajahmungkur dengan telah menjanjikan masuk menjadi PNS di Pemprov Jateng.

Sedangkan SAN diduga telah menipu Soekatman yang berusia (72) tahun , dengan meminta uang pelicin sebesar Rp 140 juta, dengan janji cucunya akan bisa menjadi PNS di Kejaksaan.

Kami juga akan panggil mereka untuk dapat dimintai keterangan berdasarkan laporan tentang penipuan calo penerimaan CPNS, ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto saat dikonfirmasi wartawan di Mapolrestabaes Semarang Jl Dr Soetomo, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/1).

Wika juga menambahkan, dalam melakukan pemeriksaan tersebut , tidak menutup kemungkinan status keduanya tersebut akan menjadi tersangka.

Kami juga sudah dapat alat bukti terkait penipuan yang telah merugikan korbannya ratusan juta itu. Sekarang hanya tinggal nunggu penetapan tersangka saja, ujarnya.

Terkait laporan bahwa keduanya telah melakukan penipuan, pihaknya juga akan terus menindaklanjuti kasus tersebut yang sudah dilaporkan sejak Selasa (31/12).

Akan terus kita tindak dan tidak bisa dibiarkan, karena kalau tidak ditindak bisa terus memakan korban lainnya, jelasnya.


Editor : Dian Sukmawati

A 2-minute-42-second demo recording captured in one take turned out to be a one-hit wonder for Mr. Ely, who was 19 when he sang the garage-band classic.

WASHINGTON — A decade after emergency trailers meant to shelter Hurricane Katrina victims instead caused burning eyes, sore throats and other more serious ailments, the Environmental Protection Agency is on the verge of regulating the culprit: formaldehyde, a chemical that can be found in commonplace things like clothes and furniture.

But an unusual assortment of players, including furniture makers, the Chinese government, Republicans from states with a large base of furniture manufacturing and even some Democrats who championed early regulatory efforts, have questioned the E.P.A. proposal. The sustained opposition has held sway, as the agency is now preparing to ease key testing requirements before it releases the landmark federal health standard.

The E.P.A.’s five-year effort to adopt this rule offers another example of how industry opposition can delay and hamper attempts by the federal government to issue regulations, even to control substances known to be harmful to human health.

Continue reading the main story
 

Document: The Formaldehyde Fight

Formaldehyde is a known carcinogen that can also cause respiratory ailments like asthma, but the potential of long-term exposure to cause cancers like myeloid leukemia is less well understood.

The E.P.A.’s decision would be the first time that the federal government has regulated formaldehyde inside most American homes.

“The stakes are high for public health,” said Tom Neltner, senior adviser for regulatory affairs at the National Center for Healthy Housing, who has closely monitored the debate over the rules. “What we can’t have here is an outcome that fails to confront the health threat we all know exists.”

The proposal would not ban formaldehyde — commonly used as an ingredient in wood glue in furniture and flooring — but it would impose rules that prevent dangerous levels of the chemical’s vapors from those products, and would set testing standards to ensure that products sold in the United States comply with those limits. The debate has sharpened in the face of growing concern about the safety of formaldehyde-treated flooring imported from Asia, especially China.

What is certain is that a lot of money is at stake: American companies sell billions of dollars’ worth of wood products each year that contain formaldehyde, and some argue that the proposed regulation would impose unfair costs and restrictions.

Determined to block the agency’s rule as proposed, these industry players have turned to the White House, members of Congress and top E.P.A. officials, pressing them to roll back the testing requirements in particular, calling them redundant and too expensive.

“There are potentially over a million manufacturing jobs that will be impacted if the proposed rule is finalized without changes,” wrote Bill Perdue, the chief lobbyist at the American Home Furnishings Alliance, a leading critic of the testing requirements in the proposed regulation, in one letter to the E.P.A.

Industry opposition helped create an odd alignment of forces working to thwart the rule. The White House moved to strike out key aspects of the proposal. Subsequent appeals for more changes were voiced by players as varied as Senator Barbara Boxer, Democrat of California, and Senator Roger Wicker, Republican of Mississippi, as well as furniture industry lobbyists.

Hurricane Katrina in 2005 helped ignite the public debate over formaldehyde, after the deadly storm destroyed or damaged hundreds of thousands of homes along the Gulf of Mexico, forcing families into temporary trailers provided by the Federal Emergency Management Agency.

The displaced storm victims quickly began reporting respiratory problems, burning eyes and other issues, and tests then confirmed high levels of formaldehyde fumes leaking into the air inside the trailers, which in many cases had been hastily constructed.

Public health advocates petitioned the E.P.A. to issue limits on formaldehyde in building materials and furniture used in homes, given that limits already existed for exposure in workplaces. But three years after the storm, only California had issued such limits.

Industry groups like the American Chemistry Council have repeatedly challenged the science linking formaldehyde to cancer, a position championed by David Vitter, the Republican senator from Louisiana, who is a major recipient of chemical industry campaign contributions, and whom environmental groups have mockingly nicknamed “Senator Formaldehyde.”

Continue reading the main story

Formaldehyde in Laminate Flooring

In laminate flooring, formaldehyde is used as a bonding agent in the fiberboard (or other composite wood) core layer and may also be used in glues that bind layers together. Concerns were raised in March when certain laminate flooring imported from China was reported to contain levels of formaldehyde far exceeding the limit permitted by California.

Typical

laminate

flooring

CLEAR FINISH LAYER

Often made of melamine resin

PATTERN LAYER

Paper printed to resemble wood,

or a thin wood veneer

GLUE

Layers may be bound using

formaldehyde-based glues

CORE LAYER

Fiberboard or other

composite, formed using

formaldehyde-based adhesives

BASE LAYER

Moisture-resistant vapor barrier

What is formaldehyde?

Formaldehyde is a common chemical used in many industrial and household products as an adhesive, bonding agent or preservative. It is classified as a volatile organic compound. The term volatile means that, at room temperature, formaldehyde will vaporize, or become a gas. Products made with formaldehyde tend to release this gas into the air. If breathed in large quantities, it may cause health problems.

WHERE IT IS COMMONLY FOUND

POTENTIAL HEALTH RISKS

Pressed-wood and composite wood products

Wallpaper and paints

Spray foam insulation used in construction

Commercial wood floor finishes

Crease-resistant fabrics

In cigarette smoke, or in the fumes from combustion of other materials, including wood, oil and gasoline.

Exposure to formaldehyde in sufficient amounts may cause eye, throat or skin irritation, allergic reactions, and respiratory problems like coughing, wheezing or asthma.

Long-term exposure to high levels has been associated with cancer in humans and laboratory animals.

Exposure to formaldehyde may affect some people more severely than others.

By 2010, public health advocates and some industry groups secured bipartisan support in Congress for legislation that ordered the E.P.A. to issue federal rules that largely mirrored California’s restrictions. At the time, concerns were rising over the growing number of lower-priced furniture imports from Asia that might include contaminated products, while also hurting sales of American-made products.

Maneuvering began almost immediately after the E.P.A. prepared draft rules to formally enact the new standards.

White House records show at least five meetings in mid-2012 with industry executives — kitchen cabinet makers, chemical manufacturers, furniture trade associations and their lobbyists, like Brock R. Landry, of the Venable law firm. These parties, along with Senator Vitter’s office, appealed to top administration officials, asking them to intervene to roll back the E.P.A. proposal.

The White House Office of Management and Budget, which reviews major federal regulations before they are adopted, apparently agreed. After the White House review, the E.P.A. “redlined” many of the estimates of the monetary benefits that would be gained by reductions in related health ailments, like asthma and fertility issues, documents reviewed by The New York Times show.

As a result, the estimated benefit of the proposed rule dropped to $48 million a year, from as much as $278 million a year. The much-reduced amount deeply weakened the agency’s justification for the sometimes costly new testing that would be required under the new rules, a federal official involved in the effort said.

“It’s a redlining blood bath,” said Lisa Heinzerling, a Georgetown University Law School professor and a former E.P.A. official, using the Washington phrase to describe when language is stricken from a proposed rule. “Almost the entire discussion of these potential benefits was excised.”

Senator Vitter’s staff was pleased.

“That’s a huge difference,” said Luke Bolar, a spokesman for Mr. Vitter, of the reduced estimated financial benefits, saying the change was “clearly highlighting more mismanagement” at the E.P.A.

Advertisement

The review’s outcome galvanized opponents in the furniture industry. They then targeted a provision that mandated new testing of laminated wood, a cheaper alternative to hardwood. (The California standard on which the law was based did not require such testing.)

But E.P.A. scientists had concluded that these laminate products — millions of which are sold annually in the United States — posed a particular risk. They said that when thin layers of wood, also known as laminate or veneer, are added to furniture or flooring in the final stages of manufacturing, the resulting product can generate dangerous levels of fumes from often-used formaldehyde-based glues.

Industry executives, outraged by what they considered an unnecessary and financially burdensome level of testing, turned every lever within reach to get the requirement removed. It would be particularly onerous, they argued, for small manufacturers that would have to repeatedly interrupt their work to do expensive new testing. The E.P.A. estimated that the expanded requirements for laminate products would cost the furniture industry tens of millions of dollars annually, while the industry said that the proposed rule over all would cost its 7,000 American manufacturing facilities over $200 million each year.

“A lot of people don’t seem to appreciate what a lot of these requirements do to a small operation,” said Dick Titus, executive vice president of the Kitchen Cabinet Manufacturers Association, whose members are predominantly small businesses. “A 10-person shop, for example, just really isn’t equipped to handle that type of thing.”

Photo
 
Becky Gillette wants strong regulation of formaldehyde. Credit Beth Hall for The New York Times

Big industry players also weighed in. Executives from companies including La-Z-Boy, Hooker Furniture and Ashley Furniture all flew to Washington for a series of meetings with the offices of lawmakers including House Speaker John Boehner, Republican of Ohio, and about a dozen other lawmakers, asking several of them to sign a letter prepared by the industry to press the E.P.A. to back down, according to an industry report describing the lobbying visit.

Within a matter of weeks, two letters — using nearly identical language — were sent by House and Senate lawmakers to the E.P.A. — with the industry group forwarding copies of the letters to the agency as well, and then posting them on its website.

The industry lobbyists also held their own meeting at E.P.A. headquarters, and they urged Jim Jones, who oversaw the rule-making process as the assistant administrator for the agency’s Office of Chemical Safety and Pollution Prevention, to visit a North Carolina furniture manufacturing plant. According to the trade group, Mr. Jones told them that the visit had “helped the agency shift its thinking” about the rules and how laminated products should be treated.

The resistance was particularly intense from lawmakers like Mr. Wicker of Mississippi, whose state is home to major manufacturing plants owned by Ashley Furniture Industries, the world’s largest furniture maker, and who is one of the biggest recipients in Congress of donations from the industry’s trade association. Asked if the political support played a role, a spokesman for Mr. Wicker replied: “Thousands of Mississippians depend on the furniture manufacturing industry for their livelihoods. Senator Wicker is committed to defending all Mississippians from government overreach.”

Individual companies like Ikea also intervened, as did the Chinese government, which claimed that the new rule would create a “great barrier” to the import of Chinese products because of higher costs.

Perhaps the most surprising objection came from Senator Boxer, of California, a longtime environmental advocate, whose office questioned why the E.P.A.’s rule went further than her home state’s in seeking testing on laminated products. “We did not advocate an outcome, other than safety,” her office said in a statement about why the senator raised concerns. “We said ‘Take a look to see if you have it right.’ ”

Safety advocates say that tighter restrictions — like the ones Ms. Boxer and Mr. Wicker, along with Representative Doris Matsui, a California Democrat, have questioned — are necessary, particularly for products coming from China, where items as varied as toys and Christmas lights have been found to violate American safety standards.

While Mr. Neltner, the environmental advocate who has been most involved in the review process, has been open to compromise, he has pressed the E.P.A. not to back down entirely, and to maintain a requirement that laminators verify that their products are safe.

An episode of CBS’s “60 Minutes” in March brought attention to the issue when it accused Lumber Liquidators, the discount flooring retailer, of selling laminate products with dangerous levels of formaldehyde. The company has disputed the show’s findings and test methods, maintaining that its products are safe.

“People think that just because Congress passed the legislation five years ago, the problem has been fixed,” said Becky Gillette, who then lived in coastal Mississippi, in the area hit by Hurricane Katrina, and was among the first to notice a pattern of complaints from people living in the trailers. “Real people’s faces and names come up in front of me when I think of the thousands of people who could get sick if this rule is not done right.”

An aide to Ms. Matsui rejected any suggestion that she was bending to industry pressure.

“From the beginning the public health has been our No. 1 concern,” said Kyle J. Victor, an aide to Ms. Matsui.

But further changes to the rule are likely, agency officials concede, as they say they are searching for a way to reduce the cost of complying with any final rule while maintaining public health goals. The question is just how radically the agency will revamp the testing requirement for laminated products — if it keeps it at all.

“It’s not a secret to anybody that is the most challenging issue,” said Mr. Jones, the E.P.A. official overseeing the process, adding that the health consequences from formaldehyde are real. “We have to reduce those exposures so that people can live healthy lives and not have to worry about being in their homes.”

Mr. King sang for the Drifters and found success as a solo performer with hits like “Spanish Harlem.”

Joseph Lechleider

Mr. Lechleider helped invent DSL technology, which enabled phone companies to offer high-speed web access over their infrastructure of copper wires.

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

HOBART, Tasmania — Few places seem out of reach for China’s leader, Xi Jinping, who has traveled from European capitals to obscure Pacific and Caribbean islands in pursuit of his nation’s strategic interests.

So perhaps it was not surprising when he turned up last fall in this city on the edge of the Southern Ocean to put down a long-distance marker in another faraway region, Antarctica, 2,000 miles south of this Australian port.

Standing on the deck of an icebreaker that ferries Chinese scientists from this last stop before the frozen continent, Mr. Xi pledged that China would continue to expand in one of the few places on earth that remain unexploited by humans.

He signed a five-year accord with the Australian government that allows Chinese vessels and, in the future, aircraft to resupply for fuel and food before heading south. That will help secure easier access to a region that is believed to have vast oil and mineral resources; huge quantities of high-protein sea life; and for times of possible future dire need, fresh water contained in icebergs.

It was not until 1985, about seven decades after Robert Scott and Roald Amundsen raced to the South Pole, that a team representing Beijing hoisted the Chinese flag over the nation’s first Antarctic research base, the Great Wall Station on King George Island.

But now China seems determined to catch up. As it has bolstered spending on Antarctic research, and as the early explorers, especially the United States and Australia, confront stagnant budgets, there is growing concern about its intentions.

China’s operations on the continent — it opened its fourth research station last year, chose a site for a fifth, and is investing in a second icebreaker and new ice-capable planes and helicopters — are already the fastest growing of the 52 signatories to the Antarctic Treaty. That gentlemen’s agreement reached in 1959 bans military activity on the continent and aims to preserve it as one of the world’s last wildernesses; a related pact prohibits mining.

Advertisement

But Mr. Xi’s visit was another sign that China is positioning itself to take advantage of the continent’s resource potential when the treaty expires in 2048 — or in the event that it is ripped up before, Chinese and Australian experts say.

“So far, our research is natural-science based, but we know there is more and more concern about resource security,” said Yang Huigen, director general of the Polar Research Institute of China, who accompanied Mr. Xi last November on his visit to Hobart and stood with him on the icebreaker, Xue Long, or Snow Dragon.

With that in mind, the polar institute recently opened a new division devoted to the study of resources, law, geopolitics and governance in Antarctica and the Arctic, Mr. Yang said.

Australia, a strategic ally of the United States that has strong economic relations with China, is watching China’s buildup in the Antarctic with a mix of gratitude — China’s presence offers support for Australia’s Antarctic science program, which is short of cash — and wariness.

“We should have no illusions about the deeper agenda — one that has not even been agreed to by Chinese scientists but is driven by Xi, and most likely his successors,” said Peter Jennings, executive director of the Australian Strategic Policy Institute and a former senior official in the Australian Department of Defense.

“This is part of a broader pattern of a mercantilist approach all around the world,” Mr. Jennings added. “A big driver of Chinese policy is to secure long-term energy supply and food supply.”

That approach was evident last month when a large Chinese agriculture enterprise announced an expansion of its fishing operations around Antarctica to catch more krill — small, protein-rich crustaceans that are abundant in Antarctic waters.

“The Antarctic is a treasure house for all human beings, and China should go there and share,” Liu Shenli, the chairman of the China National Agricultural Development Group, told China Daily, a state-owned newspaper. China would aim to fish up to two million tons of krill a year, he said, a substantial increase from what it currently harvests.

Because sovereignty over Antarctica is unclear, nations have sought to strengthen their claims over the ice-covered land by building research bases and naming geographic features. China’s fifth station will put it within reach of the six American facilities, and ahead of Australia’s three.

Chinese mappers have also given Chinese names to more than 300 sites, compared with the thousands of locations on the continent with English names.

In the unspoken competition for Antarctica’s future, scientific achievement can also translate into influence. Chinese scientists are driving to be the first to drill and recover an ice core containing tiny air bubbles that provide a record of climate change stretching as far back as 1.5 million years. It is an expensive and delicate effort at which others, including the European Union and Australia, have failed.

In a breakthrough a decade ago, European scientists extracted an ice core nearly two miles long that revealed 800,000 years of climate history. But finding an ice core going back further would allow scientists to examine a change in the earth’s climate cycles believed to have occurred 900,000 to 1.2 million years ago.

China is betting it has found the best location to drill, at an area called Dome A, or Dome Argus, the highest point on the East Antarctic Ice Sheet. Though it is considered one of the coldest places on the planet, with temperatures of 130 degrees below zero Fahrenheit, a Chinese expedition explored the area in 2005 and established a research station in 2009.

“The international community has drilled in lots of places, but no luck so far,” said Xiao Cunde, a member of the first party to reach the site and the deputy director of the Institute for Climate Change at the Chinese Academy of Meteorological Sciences. “We think at Dome A we will have a straight shot at the one-million-year ice core.”

Mr. Xiao said China had already begun drilling and hoped to find what scientists are looking for in four to five years.

To support its Antarctic aspirations, China is building a sophisticated $300 million icebreaker that is expected to be ready in a few years, said Xia Limin, deputy director of the Chinese Arctic and Antarctic Administration in Beijing. It has also bought a high-tech fixed-wing aircraft, outfitted in the United States, for taking sensitive scientific soundings from the ice.

China has chosen the site for its fifth research station at Inexpressible Island, named by a group of British explorers who were stranded at the desolate site in 1912 and survived the winter by excavating a small ice cave.

Mr. Xia said the inhospitable spot was ideal because China did not have a presence in that part of Antarctica, and because the rocky site did not have much snow, making it relatively cheap to build there.

Anne-Marie Brady, a professor of political science at the University of Canterbury in New Zealand and the author of a soon-to-be-released book, “China as a Polar Great Power,” said Chinese scientists also believed they had a good chance of finding mineral and energy resources near the site.

“China is playing a long game in Antarctica and keeping other states guessing about its true intentions and interests are part of its poker hand,” she said. But she noted that China’s interest in finding minerals was presented “loud and clear to domestic audiences” as the main reason it was investing in Antarctica.

Because commercial drilling is banned, estimates of energy and mineral resources in Antarctica rely on remote sensing data and comparisons with similar geological environments elsewhere, said Millard F. Coffin, executive director of the Institute for Marine and Antarctic Studies in Hobart.

But the difficulty of extraction in such severe conditions and uncertainty about future commodity prices make it unlikely that China or any country would defy the ban on mining anytime soon.

Tourism, however, is already booming. Travelers from China are still a relatively small contingent in the Antarctic compared with the more than 13,000 Americans who visited in 2013, and as yet there are no licensed Chinese tour operators.

But that is about to change, said Anthony Bergin, deputy director of the Australian Strategic Policy Institute. “I understand very soon there will be Chinese tourists on Chinese vessels with all-Chinese crew in the Antarctic,” he said.