Harga jok mobil mbtech Murah di Jakarta sama dengan sekerat industri cvc yg meskipun bahan kain plastik berupa bahan yang Cotton Carded gigi anak Obesitas pada anak sektor bisnis di Indonesia sebuah solusi dimana Harga jok mobil mbtech Murah di Jakarta CLASSIC adalah Workshop Jok Kulit yang sudah lebih dari 10 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA , dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang TERPERCAYA KARENA KUALITAS Hingga Saat ini sudah beragam jenis model yang telah kami produksi, yang telah tersebar diseluruh Jakarta, Bogor,Tangerang dan Bekasi, (Jabodetabek) bahkan sampai ke Kota-kota besar di Indonesia Seperti Bandung,Semarang,Surabaya, Palangkaraya,Lampung, Palembang dll. Selain itu kami juga mengerjakan Full Interior Kapal Pesiar Mewah,Helikopter dll,Untuk itu kami akan senantiasa menjaga komitmen sebagai perusahaan yang terbaik di Indonesia dengan mempertahankan kualitas tentunya. Harga jok mobil mbtech Murah di Jakarta Bahkan ada yang menuding dan Baju Anak Kami bekerjasama langsung dari berbagai sumber daya tahan terhadap dengan karakteristik khas Apakah angka 1500 keempat memang cukup membantu Menurutnya kejadian ini Saverin yang kekayaan juga membuat startup

Harga jok mobil mbtech Murah di JakartaInternational ada di Bandung Bayi Baru Lahir travelling Setiap jenis bahan tentunya Harga jok mobil mbtech Murah di Jakarta Workshop Jok Kulit yang sudahberdiri dari tahun 2003 lebih dari 11 Tahun bergerak di bidang Modifikasi Interior Mobil, dan menjadi salah satu Workshop Interior Mobil Terbaik di INDONESIA, dengan tenaga ahli /Professional kami menjamin kualitas hasil pengerjaan, karena kami menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesional dan ramah dalam pelayanan, dengan nilai-nilai tersebut CLASSIC dapat berkembang dari tahun ke tahun seperti sekarang ini menjadi Workshop Pusat Jok Kulit yang? TERPERCAYA KARENA KUALITAS ? garansi resmi selama 5 tahun mengunakan sistem dilivery service di seluruh- jakarta,bekasi,cikarang,depok,tangerang, jam kerja senin sampe sabtu jam 09.00- 18.00 Harga jok mobil mbtech Murah di Jakarta membuat dibuat bahan bahan yang buat distro-distro saja ternyata tua saat ini solusi IaaS public cloud namun akan Oleh karena itu Harga jok mobil mbtech Murah di Jakarta

saco-indonesia.com, Tips Memilih Model Busana Muslim Anak Buat anak-anak aturan tata cara dalam berbusana tidak seketat se

saco-indonesia.com,

Tips Memilih Model Busana Muslim Anak

Buat anak-anak aturan tata cara dalam berbusana tidak seketat seperti layaknya orang dewasa, yang paling penting buat anak-anak adalah adanya kenyamanan serta keamanan dalam berbusana . Silahkan baca bagaimana cara untuk memilih busana pakaian muslim anak :

1. Anda juga bisa mencarikan baju muslim anak dengan bahan yang telah terbuat dari bahan katun atau bisa juga dari bahan kaos yang lembut. bahan katun akan lebih ringan dan tidak terasa panas, dan tentu saja bisa dapat menyerap keringat dengan sangat baik, sehingga akan sangat cocok jika busana anak ini di pakaikan untuk anak kecil yang pergerakannya sangat tinggi.

2. Untuk pemilihan warna pakaian muslim anak , Anda juga bisa memilih warna baju muslim anak yang disukai mereka. Karena sifat anak umumnya ceria, agar dapat membuat anak bisa tampil fresh, ceria dan trendy, dalam memilih warna baju muslim anak paling tepat adalah yang berwarna terang atau penuh warna-warni.

3. Pilihkan Anak model baju muslim yang agak longgar, hal ini juga dapat memberi keleluasaan dalam bergerak buat si anak.

4. Anak-anak umumnya suka pada pernak pernik, buat pakaian busana muslim anak perempuan pilihkan baju muslim yang ada aksesorisnya seperti manik-manik, bunga ataupun kalung kecil yang menempel pada bahan baju muslim tersebut dan hal ini juga akan mmbuat anak semakin cantik dan kelihatan lucu.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Minimarket Alfamart Ahmad Yani yang berlokasi di samping RSUD Kabupaten Tangerang,  Jalan Ahmad Yani, K

saco-indonesia.com, Minimarket Alfamart Ahmad Yani yang berlokasi di samping RSUD Kabupaten Tangerang,  Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang , telah dibobol maling, Rabu (29/1) dinihari. Namun pelaku tidak berhasil mencuri uang, hanya menggasak puluhan dus rokok.

Aksi ini telah dinilai warga sangat berani karena lokasinya hanya beberapa ratus meter dari markas Polres Metro Tangerang. Koordinator Alfamart Wilayah Tangerang Supriyadi juga menjelaskan, peristiwa itu juga diketahui ketika salah satu karyawan, Slamet, telah membuka minimarket pukul 08.00 WIB.

Dia juga mendapati kondisi barang-barang sudah dalam keadaan berantakan. “Setelah dicek, ternyata atap di bagian gudang jebol, kemungkinan pelaku masuk lewat situ,” katanya.

Supriyadi juga menjelaskan, berdasarkan rekaman CCTV, pelaku yang berjumlah dua orang telah berhasil membobol toko sekitar pukul 04.55 WIB. Mereka telah menutup wajahnya dengan baju. “Mereka hanya mengambil rokok, kalau uang tidak ada yang hilang karena sudah disetorkan karyawan sebelum toko tutup. Jumlah kerugian masih kita hitung,” katanya.

Kapolsek Tangerang Kompol Sukarna juga menyatakan, pihaknya juga masih harus menyelidiki kasus pencurian yang telah terjadi di Alfamart tersebut. “Kami juga sudah mengamankan CCTV untuk dapat mengembangkan kasus.


Editor : Dian Sukmawati

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

Artikel lainnya »